Selamat Datang Di Tarojjumah.Com - Selamat Datang Di Tarojjumah.Com - Selamat Datang Di Tarojjumah.Com

Sabtu, 30 November 2013

Kisah Dosen UIN Mem-booking 8 PSK dalam Satu Kamar [Ambil Hikmahnya]

Foto hanyalah ilustrasi yg diambil dari internet

Seorang Dosen UIN SGD Bandung masuk ke tempat pelacuran di daerah Bekasi dan mem-booking 8 PSK sekaligus, lalu diboyong ke satu kamar. Sekuriti berbadan besar oknum TNI menguntitnya. Menyewa 8 orang sekaligus tentu tidak wajar dan mencurigakan. “Dia punya kekuatan seks seperti apa?” Pikirnya. Tahu ada yang menguntit, sang dosen merasa terganggu, terjadilah adu mulut sampai si TNI itu tak berkutik.

Argumen sang dosen kuat, karena toh sudah di-booking adalah hak dia untuk melakukan apa saja dengan 8 perempuan itu dalam kamar. Sang dosen bertanya, “Sebagai apa kamu disini?” “Saya keamanan Pak!” Mendengar jawaban itu, sontak sang dosen marah: “Keamanan apanya ..?? Pekerjaan kamu disini bukan mengamankan tapi membuat mereka menderita. Kamu menjerumuskan dan mencelakakan mereka semua di dunia dan di akhirat. Keamanan apanya?” Sang centeng tak berkutik. Sekuriti itu pun ditantang duel kalau mengganggu acara sang dosen, tapi si oknum ini tidak berani, apalagi saat diancam akan dilaporkan ke atasannya jadi centeng “neraka” seperti itu. Ia pun takut, pergi dan minta maaf. Ke 8 PSK itu merasakan lain, ada hal aneh yang akan dilakukan tamunya ini mem-booking mereka banyakan.

Di dalam kamar, sang dosen meminta seprai dari dua kasur dicabut: “Tolong cabut itu seprai dan tutup badan kalian semua dengan kain itu. Saya tidak mau melihatnya.” 8 PSK itu kemudian dinasehati panjang lebar tentang kelakuan buruknya, tentang uang haramnya, akibatnya pada anak, durhakanya pada orang tua, alasan dustanya soal kebutuhan ekonomi, tentang bahaya penyakit kelamin dll. “Bayangkan kalau anak perempuanmu seperti kamu mau nggak? Kalau anak-anakmu tahu kelakuanmu seperti ini mau gak?” “Kalau ibumu tahu mau gak? Bayangkan perasaan mereka, betapa malu dan sakit hatinya. Inikah balasan pada ibumu yang sudah susah payah melahirkan, membesarkan dan mendidikmu?” dll … dll … (sekitar 2 jam dia bicara, di atas itu intinya saja). Ledakan tangisan 8 PSK itu muncrat semua, semua menyadari dan menyesali, tobat seketika, janji besok semuanya akan keluar.

Esoknya, sang dosen, datang lagi mengecek. Benar, 8 nama itu sudah tidak ada di daftar, sudah keluar. Beberapa hari kemudian, sang dosen mengunjungi ke 8 orang itu ke kampungnya masing-masing, mengontrol dan membina, dan komunikasi terus berjalan setelah beberapa minggu/bulan. 8 perempuan muda yang wajah-wajahnya aduhai itu, kini ada yang buka warung, buka kios, kerja di pabrik dll. Pada salah satu yang jualan gorengan, sang dosen ustadz berkata: “Naah … begituu … ini yang halal dan barokah. Rizki halal tidak susah asalkan dicari.” Mereka merasakan kebahagiaan yang sangat amat telah keluar dari jerat pekerjaaan kotornya.

Dari ke 8 PSK itu, 6 orang bersuami dan direstui oleh suaminya jadi PSK (asalnya daerahnya Subang, Indramayu, Sukabumi). Yang suaminya menerima dan sadar, suaminya juga dibina. Yang suaminya menolak dan marah karena kehilangan income dari istrinya yang cukup besar, sang dosen memberikan instruksi: “Kamu harus bercerai dengan suamimu, wajib, karena ia telah menjerumuskan dan merusakmu. Suami macam apa seperti itu, sekarang pun ia tidak terima kamu telah sadar. Sekarang cari suami yang baik, masih banyak. Insya Allah saya akan bantu.” Yang suaminya tidak terima, semuanya diceraikan. Satu orang yang dari Indramayu, bukan hanya tidak terima malah menteror mantan istrinya dan keluarganya.

Ketika sang dosen dilapori, tidak menunggu, ia langsung berangkat mencarinya sendiri rumah orang itu. Laki-laki itu kembali ke rumah orang tuanya. Sang dosen masuk dan menceramahi laki-laki itu, bukannya berterima kasih dan bersyukur istrinya telah sadar dan kembali ke jalan yang benar. Laki-laki itu tetap tidak terima dan marah-marah. Ia bersungut-sungut menuduh laki-laki yang tak dikenalnya itu mengganggu kesenangannyalah, merusak rumah tangga oranglah, sok sucilah, dll. Sang dosen membantah: “Siapa yang merusak? Justru kamu yang merusak istri kamu dan kamu memerasnya. Suami macam apa kamu ini?”

Karena nasehat tidak akan masuk pada orang seperti ini, akhirnya sang dosen mengambil jalan akhir. “Sekarang gini aja, kamu ambil golok bawa keluar, ayo kita duel diluar tapi dengan catatan sampai mati dan harus disaksikan masyarakat, RT, RW dan Polisi. Siapa yang benar diantara kita.” Laki-laki itu hanya diam, sang dosen kesal, ia masuk ke dapur dan meminta golok pada keluarganya. Golok itu diberikan dan dipaksakannya agar laki-laki itu memegangnya dan dipersilahkan untuk menebas bagian mana saja dari tubuh sang sang dosen yang dia mau. Karena dia masih diam, sang dosen menggusur orang itu keluar rumah. Karena suasana ribut, tetangga pada keluar, nonton. Sekalian sang ustadz berteriak-teriak disitu menjelaskan betapa bodoh dan dungunya orang ini, istrinya disadarkan malah tidak terima berarti dia ini hakikatnya setan. Tetangga yang sudah menaruh curiga pada pekerjaan istri laki-laki itu membenarkan ucapan sang dosen. Mereka terus menonton.

Sampai ujungnya, laki-laki itu sadar, menangis, menyesali dan berjanji tidak akan mengganggu mantan istrinya lagi. Orang tuanya pun menyesalkan kebodohan anaknya itu. “Awas, mengganggu lagi mantan istrimu, dengan saya urusannya.”

Ketika kisah ini diceritakan pada saya, saya bilang “luar biasaa …” Ia berucap, “Yaa … menolong itu harus tuntas, jangan setengah-setengah, cuma menyadarkan saja tapi kesananya tidak bertanggung jawab, tidak di urus, ya gak akan bener, dia bisa balik lagi nanti.” Ini kisah nyata, bukan ngarang. Namanya disamarkan untuk menghindari riya. Subhanallaah …


SUMBER : http://moeflich.wordpress.com/

Verifikasi Honorer K-1 Ditunggu Sampai Desember

Kementerian PANRB masih memberikan kesempatan kepada instansi terkait untuk melakukan verifikasi terhadap tenaga honorer kategori I sampai dengan bulan Desember 2013. “Jika data-datanya buktinya cukup, kami akan verifikasi,” ujar Menteri PANRB dalam rapat kerja gabungan Komite I dengan Panitia Khusus Guru Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Jakarta, Kamis  (28/11).
 
Rapat Kerja yang membahas tentang reformasi birokrasi pengadaan CPNS itu dipimpin oleh Ketua Komite I DPD Alirman Sori. Hadir dalam acara yang dibuka oleh Ketua DPD Irman Gusman itu, juga dihadiri Wakil Menteri PANRB Eko Prasojo, Sekretaris Kementerian PANRB Tasdik Kinanto dan Kepaa Badan Kepegawaian Negara (BKN) Eko Soetrisno.
 
Rapat gabungan tersebut DPD menyatakan mendukung sistem seleksi CPNS dengan mengedepankan nilai-nilai kejujuran, transparansi, dan bebas KKN sesuai peraturan perundang-undangan. DPD juga sepakat dengan langkah-langkah Kementerian PANRB  dan BKN dalam upaya menyelesaikan berbagai permasalahan terkait pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS. “Berbagai informasi yang disampaikan akan menjadi bahan untuk ditindaklanjuti oleh DPD RI sebagaimana amanat Konstitusi,” ujar Alirman Sori.
 
Ditambahkan, DPD memahami keterbatasan kemampuan keuangan negara dalam menyelesaikan permasalahan pengangkatan pegawai honorer menjadi CPNS. Namun demikian DPD RI berharap agar pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada beberapa daerah yang memiliki keterbatasan pelayanan, seperti Papua, Papua Barat, beberapa daerah kepulauan, daerah perbatasan negara, dan daerah yang masuk kategori tertinggal. 
 
Terkait dengan pengangkatan guru honorer menjadi CPNS, dinilai sebagai merupakan permasalah paling besar dari sisi kuantitas yang dihadapi oleh Pemerintah saat ini. DPD RI memahami bahwa kendala yang dihadapi oleh pemerintah adalah proses perekrutan pegawai honorer khususnya kategori II yang sarat dengan kepentingan politik di daerah, upaya penyelesaian terhadap pengangkatan guru honorer menjadi CPNS merupakan fokus pemerintah yang utama.
 
Terkait dengan hal ini, DPD berupaya untuk mendukung langkah-langkah pemerintah dengan mengedepankan akuntabilitas. Dalam hal ini, DPD mendorong kepada pemerintah khususnya Kementerian PANRB untuk meningkatkan pengawasan dalam proses seleksi CPNS khususnya di daerah. Disamping itu, DPD RI mengharapkan dukungan dari Kementerian PANRB dan BKN dalam melakukan pengawasan terhadap sistem pengawasan internal yang selama ini efektifitasnya masih lemah. 
 
Raker tersebut juga sepakat memberikan kesempatan kepada instansi apabila masih ada Honorer Kategori I dari Hasil audit  tujuan tertentu (ATT) yang tidak masuk kategori (TMK) sampai dengan akhir bulan Desember 2013. DPD RI juga mendukung pemerintah dalam mengambil langkah-langkah antisipatif dalam mitigasi resiko terhadap kemungkinan penyimpangan atas pelaksanaan perekrutan CPNS.
 
“Segala informasi yang disampaikan dalam Rapat Kerja pada hari ini, akan menjadi bagian dari pelaksanaan tugas DPD RI sesuai konstitusi dan akan menjadi catatan dalam Rapat Kerja selanjutnya,” lanjut Alirman. (sgt/HUMAS MENPANRB)

Kantor Kementerian PANRB Kebakaran

JAKARTA - Sabtu siang sekitar pukul 13.00, asap putih terlihat mengepul di lantai 6 gedung Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Jl. Jenderal Sudirman kavling 69. Bunyi alarm  terdengar  oleh petugas security yang tengah piket pada hari Sabtu, dan langsung melaporkan peristiwa itu kepada pimpinan.
 
“Ketua monitor ? …. Ketua monitor ?......Alarm lantai 6 berbunyi pak…..”  ujar Nasrudin, security Kementerian PANRB,  setengah berteriak melalui handy talky, Sabtu (30/11) sekitar jam 13.00 WIB.  
 
Tak lama kemudian, dari handy talky Nasrudin terdengar perintah dari Jhony Pristiwanto, agar Nasrudin segera meluncur ke lantai 6 untuk melakukan pengecekan. Beruntung lift di kantor itu masih bisa berjalan, ketika Nasrudin mengecek ke lantai 6. “Pak, positif kebakaran di lantai 6,” ujarnya.
 
Jhony pun langsung memerintahkan anak buahnya untukmelaporkan peristiwa itu ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Kepolisian Sektor Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
 
Perintah itu langsung ditindaklanjuti oleh  Moko. Saat itu sejumlah office boy dan pegawai yang tengah bekerja lembur sempat dibuat panik. Ada yang berteriak, “kebakaran-kebakaran……….”.
 
Ada juga yang berlari-larian mencoba menyelamatkan berkas-berkas serta benda-benda lain di ruangan yang sehari-harinya dia bersihkan.
Tak lama kemudian datanglah petugas dari Kepolisian, dan disusul oleh mobil pemadam kebakaran dari Jakarta Selatan dengan suara sirine yang khas.
 
“Blambir sudah datang,” ujar Kabag TU Protokol dan Arsip Kementerian PANRB Yuvieda Meta Hendiana.
Tanpa banyak tanya,  dan upacara protokoler, petugas pemadam kebarakaran langsung beraksi, memasang selang dari  mobil pemadam kebakaran, dan menyemprotkan air ke sumber asap, agar api tidak meluas ke tempat lain, dan  memadamkan kebakaran di lantai 6. Tak lama kemudian, asap yang mengepul di lantai paling atas itu pun hilang.
 
Penggalan peristiwa di atas merupakan bagian dari skenario dalam simulasi penanggulangan bencana, khususnya bila terjadi kebakaran.
Simulasi itu diawali dengan penjelasan dari tim Damkar kepada para pegawai Kemenetrian PANRB yang dihadiri Kabag Perlengkapan dan
Rumah Tangga Kementerian PANRB Edy Syahputra, serta Kabag Komunikasi Publik Suwardi, kabag serta TU Protokol dan Arsip Kementerian PANRB Yuvieda Meta Hendiana yang merupakan koordinator tim simulasi kebakaran.
 
Dalam pelatihan pencegahan kebakaran itu dilakukan sejumlah langkah, mulai dari pengenalan alat-alat pemadaman kebakaran, seperti apar (alat pemadam api ringan), penggunaan karung basah untuk memadamkan api dan lain-lain.
 
Meskipun pelatihan-pelatihan ini sangat bermanfaat, diharapkan hasil pelatihan ini tidak perlu dimanfaatkan. Kalau bisa, jangan sampai memanfaatkan ilmu ini karena terjadi kebakaran, dan lebih baik tidak terjadi kebakaran.
 
Salah satu pelatihan yang cukup menarik perhatian adalah pemadaman api menggunakan karung basah. Sebagian besar petugas security, office boy, serta pegawai lainnya mencoba melakukannya.  
 
Kita tidak boleh melawan arah angin, agar tidak tersambar api. Kita juga harus tenang, melangkah sedekat mungkin ke pusat api, dengan membawa karung basar. Setelah dekat, tutup drum yang di dalamnya menyala itu pelan-pelan, sampai rapat. Kemudian pastikan sudah ada asap putih keluar dari karung, sebagai pertanda apinya sudah padam, lalu buka kembali karungnya pela-pelan. “Sebelum ada asap putihnya, jangan dibuka dulu, karena apinya belum mati,” ujar petugas Damkar Jakarta Selatan itu.
 
Kabag Komunikasi Publik Suwardi mengatakan, pelatihan dan simulasi kebakaran ini penting dilakukan. Selain untuk membiasakan diri dalam menghadapi risiko, dan berusaha melakukan langkah-langkah pencegahan, hal ini juga bisa sekaligus mendeteksi perangkat apa saja yang mestinya ada tetapi tidak ada, atau peralatan yang ada tetapi tidak berfungsi.
 
Suwardi berharap, seluruh pegawai dan petugas di Kementerian PANRB untuk memahami seluruh tahapan dalam pencegahan serta penanganan kebakaran. Seluruh perlengkapan yang harus tersedia, seperti hydran diharapkan bisa berfungsi dengan baik. “Meskipun kita semua tidak ingin terjadi kebakaran, tetapi hydran harus dipastikan tetap berfungsi dengan baik,” tambahnya.
 
Pernyataan Suwardi itu beralasan, karena dari berbagai kejadian kebakaran di Jakarta dan kota-kota besar lain, salah satu kendala yang terjadi dalam penanganan kebakaran sering diakibatkan tidak berfungsinya hydran.  (ags/HUMAS MENPANRB)

Rabu, 27 November 2013

Pada Hari Guru, Presiden Kalah Populer dari Jokowi

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kalah populer dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Setidaknya hal ini terlihat ketika keduanya hadir pada Peringatan Hari Guru Nasional 2013 dan HUT Ke-68 PGRI yang digelar di Istora, Senayan, Jakarta, Rabu (27/11/2013).

Semua bermula saat Presiden SBY yang didampingi oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono tiba di lokasi acara. Ribuan guru yang telah lama menunggu hanya memberikan sambutan datar saat melihat keduanya tiba di lokasi. Wajah Presiden dan Ibu Negara disorot kamera dan diproyeksikan ke kedua layar besar di dua sisi panggung utama.

Seusai menyanyikan lagu kebangsaan "Indonesia Raya", wajah Jokowi muncul di kedua layar tersebut. Melihat wajah Jokowi, ribuan guru langsung bersorak dan bertepuk tangan. Suasana Istora yang semula tenang menjadi riuh selama beberapa saat.

Setelah sempat mereda, keriuhan di dalam Istora kembali muncul saat Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Sulistiyo menyebut sejumlah tokoh nasional yang hadir di peringatan Hari Guru 2013 dan HUT Ke-68 PGRI. Nama yang pertama disebut adalah Presiden dan Ibu Negara serta jajaran anggota Kabinet Indonesia Bersatu II.

Namun secara tiba-tiba, suasana berubah menjadi riuh saat Sulistiyo menyebut nama Jokowi. Sambutan yang meriah pun membahana di Istora. Dari dua layar raksasa yang ada di lokasi, tampak wajah Jokowi sangat datar seakan tak menggubris peristiwa alamiah yang baru saja terjadi.

Peringatan Hari Guru Nasional 2013 mengambil tema "Mewujudkan Guru yang Kreatif dan Inspiratif dengan Menegakkan Kode Etik untuk Penguatan Kurikulum 2013". Tema ini diambil bersamaan dengan implementasi kurikulum 2013 secara bertahap. (JAKARTA, KOMPAS.com)

Senin, 25 November 2013

Diklat PNS Minimal Setahun Sekali

“Lapor! Kesatuan Praja Prodi Manajemen Sumber Daya Manusia, sejumlah enam puluh tujuh orang, siap memulai diskusi”
“Laksanakan!”
 
JAKARTA - Kalimat itu merupakan petikan dialog pembuka, berupa laporan  ketua kelas Praja Prodi Manajemen Sumber Daya Manusia  Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) angkatan XIX, kepada Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tasdik Kinanto, sesaat sebelum dimulainya diskusi bertema manajemen SDM aparatur di Jakarta, Senin (25/11). Peristiwa itu sedikit mengubah suasana di ruang Sriwijaya Kementerian PANRB.
 
Pagi itu, Kementerian PANRB memang kedatangan rombongan praja (mahasiswa) IPDN yang dipimpin oleh dosennya, Herry Yana Sutisna, mantan Deputi Pengawasan dan Akuntabilitas Kementerian PANRB.  
 
Sekretaris Kementerian PANRB Tasdik Kinanto sebagai pemimpin diskusi menjelaskan kepada para praja, bahwa pemerintah saat ini sedang berada di alam reformasi, atau alam perubahan. Perubahan dalam kehidupan tersebut mencakup aspek sosial, politik, hukum, keamanan, dan budaya. “Terutama reformasi birokrasi yang sangat penting dalam penyelenggaraan pemerintahan,” ujarnya.
 
Dikatakan, pemerintah adalah unsur pelaksana dari keputusan politik dalam satu sistem kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam hal ini, Presiden menugaskan Kementerian PANRB untuk melakukan tugas merumus kebijakan, mengkoordinasi, dan evaluasi monitoring terhadap suatu kebijakan.
 
Diakuinya, dalam menjalankan misi perubahan ini bukan suatu pekerjaan yang mudah. Kalau sudah aman dan nyaman sulit diajak berubah. “Ini menyangkut nasib 4,6 juta aparatur pemerintah yang harus mematuhi segala macam peraturan, tetapi di sisi lain harus cepat mengikuti perubahan dalam kehidupan yang berlangsung dinamis,” ujarnya.
 
Dalam konteks regional, lanjut Tasdik, perkembangan teknologi informasi maju pesat pada berbagai disiplin ilmu. Hal itu berpengaruh pada sikap, sifat, perilaku, dan pola pikir aparatur negara. “Pekerjaan reformasi birokrasi sangat berat karena berkaitan dengan mengubah mindset orang. Kalau hanya SOP masih mudah,” imbuhnya.
 
Tasdik Kinanto yang juga Sekjan KORPRI  ini menyampaikan agar para praja membiasakan bekerja fokus pada plan, do, check, action, yang merupakan pola manajemen kinerja yang paling sederhana. Selain itu, generasi muda juga diberi kesempatan untuk memanfaatkan pendidikan, agar menjadi birokrat yang lebih bagus lagi.
 
Persaingan yang kompetitif juga harus dibuka secara transparan. Semua PNS diberi kesempatan yang sama untuk menduduki jabatan di mana pun, sepanjang memang pegawai itu memenuhi standar kompetensi. “Dari daerah bisa ke pusat, dan tidak ada lagi PNS yang tidak menduduki jabatan fungsional atau struktural. Setiap jenis jabatan harus memiliki sistem pembinaan yang jelas untuk menunjang kariernya. Kalau tidak sesuai standar bisa batal demi hukum,” tegasnya.
 
Saat ini, Kementerian PANRB tengah bekerja keras menyusun standar-standar kompetensi jabatan. Minimal setahun sekali, pegawai  mendapat alokasi waktu untuk mengikuti diklat agar keterampilan berkembang. PNS harus menerima pelatihan teknis ataupun kepemimpinan. “Kalau pegawai sudah bekerja puluhan tahun tapi tidak bertambah ilmunya, akan menimbulkan pada kerugian negara yang luar biasa,” sergahnya.
 
Di samping itu, tambahnya, setiap diklat wajib mempunyai perencanaan, sehingga harus disusun dengan jelas. “Jadi anggaran tidak habis hanya untuk perjalanan dinas, tapi juga untuk diklat,” ujar Tasdik.(bby/HUMAS MENPANRB)

BKN Berjanji Sempurnakan Sistem Rekrutmen CPNS Mudah, Murah dan Baik

Jakarta – Humas BKN, Pelaksanaan Tes Kompetensi Dasar (TKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) BKN Tahun 2013 resmi dilaksanakan hari ini, Senin (25/11). Pelaksanaan tes direncanakan akan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari. Jumlah pelamar CPNS BKN yang lulus seleksi administrasi sebanyak 1.453 akan memperebutkan total sebanyak 120 formasi. “Pelamar harus memiliki kompetensi dasar untuk menjadi CPNS, itu yang menjadi prioritas utama pemerintah pada penerimaan CPNS tahun ini,” kata Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Eko Sutrisno saat memberikan pengarahan kepada para peserta tes. Turut hadir memmantau pembukaan CAT CPNS-BKN Sekretaris Utama BKN Edy Sujitno dan Deputi Bidang Informasi Kepegawaian Yulina Setiawati NN.
Seperti diketahui sebelumnya, penerimaan CPNS tahun ini sebagian sudah menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT), sistem yang dibangun BKN sejak tahun 2008. “Presiden menugaskan BKN untuk membangun sistem rekrutmen CPNS yang baik, oleh sebab itu pemerintah sepakat untuk mulai menggunakan sistem CAT pada penerimaan CPNS tahun ini,” Jelas Eko. Eko Sutrisno memastikan bahwa BKN akan terus berupaya menyempurnakan sistem rekrutmen CPNS, menjadi mudah, murah dan baik.
Senada dengan arahan Kepala BKN tersebut, Andi Riski Pratama, salah satu peserta ujian TKD CPNS BKN berharap ke depan alur penerimaan CPNS menjadi mudah dan murah. “Kalau perlu persyaratan penunjang seperti surat keterangan bebas narkoba dikumpulkan setelah dinyatakan lulus tes,” ungkap Andi. Selain Andi, Ruth Romauli yang juga peserta tes di sesi yang sama memberikan apresiasi terhadap adanya sistem penerimaan CPNS seperti saat ini. “Walaupun saya belum mengetahui tentang CAT, namun pada prakteknya sistem ini sangat mudah, sangat adaptable,” ujar Ruth, Sarjana Psikologi lulusan Universitas Negeri ternama di Jakarta. (Berry/Kis)

Minggu, 24 November 2013

Lima Hal Cerita Tokoh Agama Dan Menteri Agama

Yogyakarta (Pinmas) —- Menteri Agama  Suryadharma Ali menyelenggarakan silaturahmi dengan para tokoh agama  dalam rangkaian kunjungannya ke Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (23/11).
Hadir dalam silaturahmi ini, ketua MUI DIY KH M Thoha Abdurrahman, pimpinan KWI V Suparman, Pimpinan Parisada Hindu B Semboko, Pimpinan Budha Totok, pimpinan Konghuchu Cucu Rohyana, dan beberapa tokoh agama DIY lainnya. Ikut hadir juga, Dirjen Pendidikan Islam Nur Syam, Dirjen Bimas Islam Abdul Djamil, Dirjen Bimas Hindu Triguna, Dirjen Bimas Buddha Joko Wuriyanto, Kabalitbang Machasin, Dirjen PHU Anggito Abimanyu, serta Kakanwil Kemenag Provinsi DI Yogyakarta dan Bali.
Di hadapan para tokoh agama,  Menag menyampaikan lima (5) hal berikut:
Pendidikan
“Hari ini, pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama, baik Agama Islam, Budha, Hindu, Kristen, Katolik maupun Konghuchu, mengalamai perkembangan yang menggembirakan. STAIN merubah diri ke IAIN, IAIN menjadi UIN. STAKN (Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri) berubah menjadi IAKN. Begitu juga perguruan tinggi agama lainnya. Jadi, perkembangan PT semua agama, diperhatikan oleh Kemenag.”
“Sayang, karena keterbatasan dana, banyak hal belum bisa kita capai. Meski demikian, lembagapendidikan di bawah naungan Kemenag, sudah saat nya untuk tidak disebut sebagai lembaga pendidikan kelas dua. Kita mampu bersaing.”
Haji
“Kualitas Pelayanan Haji kita tiap tahun meningkat. Bahkan tahun ini, ada lembaga internasional berbasis di London yang memberi penghargaan kepada Kemenag sebagai penyelenggara ibadah haji terbaik di dunia.”
Good Governance
“Sebelum tahun 2009, laporan keuangan kita selalu Disclaimer (auditor tidak menyatakan pendapat). Namun, pelan tapi pasti, kita bersama-sama berbenah, akhirnya laporan keuangan kita WDP  atau Wajar dengan Pengecualian. Alhamdulilah, dua tahun berturut-turut, kita mendapat predikat WTP atau Wajar Tanpa Pengecualian.”
Kerukunan
“Diakui atau tidak, kerukunan antarumat beragama kita, terbaik di dunia. Semakin para tokoh agama sering bertemu, semakin baik. Pluralisme adalah sebuah realitas. Keragaman adalah ciptaan Tuhan. Kita berdiri atas 17 ribu pulau lebih dengan 1,2 ribu lebih suku dan bahasa. Sebagai umat beragama, kita harus meyakini keragaman. Jika tidak, berarti kita tidak meyakini kekuasaan Tuhan, dan bisa diartikan, kita malah tidak percaya kepada Tuhan, alias tidak beragama.”
Kampanye Produk Halal
“Kami mengimbau kepada para pedagang, baik di pasar tradisional maupun modern, untuk memasarkan produk yang halal dan toyyib.”
Di hadapan para tokoh agama, Menag juga menegaskan bahwa acara silaturahim seperti ini sangat penting dan tidak boleh berhenti. “SIlaturahim penting, apalagi jika hal ini dilakukan oleh para tokoh agama. Semua kita lakukan untuk satu kata; kerukunan” terang Menag.
“Kerukunan, lanjut Menag harus terus dijaga, karena kerukunan bersifat dinamis. Apalagi, bangsa kita sangat plural. Hal ini diperparah oleh banyak kelompok yang menganggap bahwa perbedaan diantara kita, adalah sebuah kelemahan. Padahal, suatu taman tidak indah jika bunga yang ada sejenis. Taman itu akan semakin cantik, jika diisi oleh bunga yang warna-warni” tambahnya.
Usai bersilaturahmi dengan para tokoh, Menag kemudian menyempatkan diri untuk mengunjungi pasar swalayan guna mengecek langsung keberadaan produk hala di pasaran.  (G-penk/mkd)

Otomatis Gugur, 6 Peserta TKB Kemen PANRB Tak Hadir

JAKARTA – Seperti dijadwalkan, pada hari Sabtu dan Minggu ( 23-24/11) Kementerian PANRB menyelenggarakan Tes Kompetensi Bidang (TKB) bagi 142 peserta CPNS yang lolos passing grade (nilai ambang batas) Tes Kompetensi Dasar (TKD) sesuai Peraturan Menteri PANRB No 35 Tahun 2013.
 
Sekretaris Kementerian PANRB Tasdik Kinanto mengatakan, Dalam TKB ini 1 jabatan diperebutkan 3 orang yang lolos TKD dengan skor tertinggi. Dari 52 formasi yang dibuka dikalikan tiga, yakni 156 kandidat. Namun sebagian formasi yang hanya diikuti oleh satu atau dua peserta, karena memang yang memenuhi passing grade tidak sampai 3 kandidat. “Hanya ada 142 peserta yang dipanggil,” ujar Tasdik.
 
Selain Kementerian PANRB, sebanyak 32 kementerian/lembaga dan pemda yang melaksanakan TKB. Namun ada juga instansi yang tidak melaksanakan TKB. “Tergantung kebutuhan jabatan dan juga kebijakan masing-masing pejabat pembina kepegawaian,” demikian Sekretaris Kementerian PANRB.
 
Kabag Sumber Daya Manusia dan Organisasi Kementerian PANRB, Ugi Cahyo Setiono mengatakan, ada 6 peserta yang selama dua hari penyelenggaraan tidak ada kabarnya, sehingga TKB ini hanya diikuti 136 peserta. “Peserta yang tidak hadir, otomatis dinyatakan gugur,” ujarnya.
 
TKB yang dilaksanakan selama dua hari ini meliputi 2 tes, yakni tes tertulis dan wawancara. “Melalui TKB ini, kami ingin menggali nilai-nilai inti Insan Kementerian PANRB yang ideal, yakni integritas, profesional dan akuntabel dari CPNS Kementerian PANRB,” ujar M. Rizvi dari Aida Consultant.(sgt/HUMAS MENPANRB)

Kamis, 21 November 2013

Pengolahan LJK Hampir Selesai

Proses pengolahan lembar jawaban komputer (LJK) tes CPNS untuk jalur pelamar umum sudah hampir selesai. Dengan demikian hasilnya dapat segera diserahkan kepada 22 instansi yang akan melaksanakan tes kompetensi bidang (TKB).
 
Demikian dikatakan Menteri Pendaagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Azwar Abubakar ketika meninjau pengolahan LJK di di Pusdiklat Sekretariat Negara Jakarta Selatan, Kamis (21/11). “Saya optimis bisa selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” ujarnya.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, Panselnas mendahulukan pengolahan LJK terhadap 22 instansi yang akan melaksanakan TKB.
Dikatakan lebih lanjut, pengumuman hasil tes menurut rencana akan dilakuan  pada tanggal 14 Desember 2013. Dari hasil tersebut, selanjutnya instansi penelenggara seleksi CPNS dapat menetapkan siapa saja peserta yang lulus TKD.
 
Deputi SDM Aparatur Kementerian PANRB Setiawan Wangsaatmadja dalam kesempatan itu mengungkapkan, dari 565  instansi pemerintah yang  menyelenggarakan tes dengan sistem LJK, 564 diantaranya menyampaikan LJK kepada Panselnas Seleksi CPNS di Pusdiklat Setneg. “Hanya satu yang belum, yakni Kabupaten Bintuni di Papua Barat, karena pemda itu belum melaksanakan tes,” ujarnya.
 
Hingga hari ini, jumlah LJK yang telah diterima sebanyak 1.813.332 lembar. Jumlah itu terdiri dari 785.059 dari pelamar umum, dan selebihnya dari honorer kategori 2.
 
Saat ini, proses pemindaian sudah mencapai 96,2 persen, validasi 90,8%, berkas sudah 100 %, Batching 98,5, sementara biodata 92,3%. “Ada 11 instansi yang biodatanya belum masuk. Padahal kami sudah dua kali berkirim surat ke BKD masing-masing instansi dimaksud, dan menelpon ke daerah-daerah itu,” ujarnya.
 
Biodata itu sangat dibutuhkan, karena kalau itu tidak masuk nanti validasi tidak bias dilaksanakan. “Kami minta instansi yang belum meneyerahkan biodatanya untuk secepatnya mengirimkan,” tambah Setiawan.
 
Setiawan juga mengungkapkan adanya sbagian LJK yang tidak valid, karena beberapa alasan. Misalnya nomor peserta tak lengkap, ada nomor yang tak ada di biodatanya (salah nomor), ada dua LJK yang nomor psertanya sama, ada yang dua-duanya sama, jawaban sama. Ada juga satu peserta ikut di dua instansi. “Ini ketahuan dari nomor KTP. Meskipun namanya dibuat berbeda, tapi tetap ketahuan dari nomor induk kependudukannya,” tambah Deputi. (ags/HUMAS MENPANRB

Pengumuman Daftar Nama Lulus Seleksi CPNS Kementerian PANRB Tahap 2

Selasa, 19 November 2013

Kelulusan Tes CPNS harus Ikuti Aturan

Deputi Bidang SDM Aparatur Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, tenaga honorer kategori 2 yang telah mengikuti tes awal November lalu, saat ini belum dinyatakan lulus atau tidak lulus. “Semua pasti menginginkan hal yang sama, untuk lulus seleksi CPNS, baik dari jalur umum maupun dari tenaga honorer kategori dua,” ujarnya ketika menerima kunjungan DPRD Kota Ambon di Media Center Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Selasa (19/11).
 
Tetapi, semua harus mengikuti aturan yang ada, dan harus mendasarkan diri pada  kepentingan nasional. Kepada pemerintah daerah, termasuk di dalamnya DPRD, Setiawan minta  agar jeli dalam melakukan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di wilayah kerja masing-masing. “Pemda harus melihat komposisi dan kebutuhan pegawai, harus sesuai dengan analisis jabatan dan beban kerja, harus ada pemetaan jabatan, persentase belanja pegawai,” ujarnya.
 
Dikatakan, kebijakan CPNS bukan perkara mudah, karena harus mempertimbangkan kondisi nasional. Perencanaan belanja pegawai merupakan salah satu kriteria penting dalam penentuan formasi. Seandainya belanja pegawai terlalu tinggi, publik pasti tidak terima dengan porsi pelayanan yang sangat minimal.
 
Karena itu Kementerian PANRB mendorong pejabat pemerintah daerah untuk memahami bersama permasalahan bangsa ini. “Harus betul-betul arif menyikapinya, jangan bertolak pada satu regional saja,” imbuhnya. (bby/HUMAS MENPANRB)

Senin, 18 November 2013

Pengumuman Seleksi Terbuka Untuk Mengisi Formasi Pejabat Struktural Eselon I.a dan Eselon II.a

Dalam rangka mengisi lowongan formasi Pejabat Struktural Eselon I.a dan Eselon II.a di lingkungan Badan Kepegawaian Negara Tahun 2013 dan 2014, Badan Kepegawaian Negara membuka kesempatan bagi Warga Negara Republik Indonesia yang berminat dan memenuhi syarat menjadi Pejabat Struktural Eselon I.a dan Eselon II.a di lingkungan Badan Kepegawaian Negara, untuk informasi lebih lanjut dapat diunduh pada lampiran berikut.

Pengumuman Seleksi Terbuka

Jumat, 15 November 2013

Kebutuhan PNS harus Direncanakan per 5 Tahun

Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tasdik Kinanto mengatakan, tahun depan penetapan kebutuhan dan pengendalian jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) akan lebih diketatkan lagi. “Pemerintah sudah menyusun kebutuhan, jumlah dan jenis jabatan. Jabatan-jabatan yang kosong diisi sesuai dengan kebutuhan bidangnya,” ujarnya dalam Rakernas Forum Koordinasi Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia, di Bandung Kamis. (14/11).
 
Dikatakan, perencanaan kebutuhan terhadap SDM dalam jangka waktu lima tahun ditetapkan berdasarkan keputusan Menteri PANRB dengan memperhatikan pendapat Menteri Keuangan dan pertimbangan teknis Kepala BKN. Kebutuhan yang disampaikan masing-masing instansi harus dengan rincian per tahun,  berdasarkan prioritas kebutuhan. “Hal itu akan kami tinjau kembali melalui analisis jabatan dan analisis beban kerja,” tambah Sesmen PANRB.
 
Pengaturan mengenai pengadaan PNS juga tercantum dalam Rancangan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (RUU ASN), yang mengatur tentang pengisian jabatan yang lowong sesuai kebutuhan pegawai yang ditetapkan Menteri. Dasar dalam pengadaan PNS tersebut harus melalui beberapa tahapan, antara lain perencanaan, pengumuman lowongan, pelamaran, seleksi (administrasi, umum, dan khusus), pengumuman hasil seleksi, masa percobaan, dan pengangkatan menjadi PNS.
 
“Setiap PNS yang direkrut akan menduduki jabatan administrasi dan fungsional yang lowong,” imbuhnya. Selain itu, PNS dapat pula dinaikkan jabatannya secara kompetitif berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan penilaian kinerja dengan mempertimbangkan integritas dan moralitas. (bby/HUMAS MENPANRB)

Panselnas Terima Kunci Jawaban LJK-TKD CPNS 2013

Tim Konsorsium yang terdiri dari 12 PTN telah menyerahkan kunci jawaban lembar jawab komputer (LJK) tes CPNS 2013 kepada Panitia Seleksi Nasional (Panselnas), Rabu (13/11). Penyerahan kumci jawaban tersebut diserahkan oleh Sekjen Kemendikbud Ainun Naim kepada Panselnas di Kantor Kementerian PAN & RB-Jakarta.
Kunci jawaban LJK tersebut mencakup jawaban tes CPNS pelamar umum maupun Honorer K.II. Kunci jawaban LJK-TKD pelamar umum terdiri dari dari 1.188 paket jawaban untuk soal-soal kelompok soal D4 sampai S3 dan 1.188 paket jawaban soal jenjang SMA sampai D3. Sementara kunci jawaban TKD untuk honorer K.II jenjang SD sampai SMP, SMA sampai D3, D4, hingga S1 sampai S3 masing-masing terdiri dari 30 paket.

Ditemui secara terpisah di kantornya usai menerima kunci jawaban LJK tersebut, Kepala BKN selaku Ketua Tim Panselnas, Eko Sutrisno menyampaikan bahwa dengan kunci LJK tersebut Tim akan dapat segera menyelesaikan proses pengoreksian LJK. Selanjutnya Eko Sutrisno juga menyampaikan bahwa pengolahan LJK Tes Kompetensi Dasar (TKD) CPNS dari 22 kementerian/lembaga (K/L) baik dari pelamar umum maupun tenaga honorer kategori K.II akan didahulukan. Hal tersebut dilakukan agar  K/L dimaksud dapat segera melaksanakan Tes Kompetensi Bidang (TKB). “Diharpkan pengolahan LJK hasil TKD  22 K/L instansi pusat tersebut harus sudah selesai dalam minggu ini,” papar Eko Sutrisno.

Panselnas saat ini sudah menerima berkas LJK dari 544 instansi dari 622 instansi yang mengadakan TKD dengan menggunakan LJK. SuBa

Kamis, 14 November 2013

Mantan Wawali Ikut Berebut Kursi Eselon II Kementerian PANRB

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) kembali menggelar promosi terbuka untuk mengisi 6 jabatan eselon II yang lowong. Setelah dilakukan tes secara online pada 31 Oktober - 1 November 2013,  sejumlah 33 orang peserta dinyatakan lolos untuk mengikuti tes pembuatan makalah pada Senin (18/11).
 
Dari peserta yang lolos tes online, 20 peserta diantaranya merupakan PNS dari berbagai instansi baik pusat maupun daerah, sementara 13 orang merupakan  pegawai Kementerian PANRB. Ada pegawai dari  Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Gorontalo, Provinsi Banten, Provinsi Bengkulu, Provinsi Sumatra Barat, Provinsi Bangka, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Bone, dan Kabupaten Sumedang. Yang menarik, salah satu peserta promosi terbuka ini  mantan Wakil Walikota Padang Panjang, Sumatera Barat.
 
Ada beberapa rangkaian tes yang harus dijalankan oleh para peserta, antara lain adalah  penulisan makalah yang akan dilaksanakan pada 18 November 2013. Makalah yang ditulis mengenai pengetahuan dan pemahaman tentang fungsi dan peran Kementerian PANRB di pemerintahan serta peran jabatan yang akan dilamar. Para pelamar juga harus menuliskan visi dan misi serta strategi kandidat jika nantinya terpilih untuk menduduki posisi yang dilamar. Selain itu peserta juga diminta menulis tentang pengetahuan dan pemahaman mengenai isu reformasi birokrasi.
 
Setelah makalah ditulis, peserta diminta untuk mempresentasikan makalah tersebut yang dijadwalkan dilaksanakan pada 21-22 November 2013. Kemudian dilanjutkan dengan assessment center pada 25 - 28 November 2013. Rangkaian terakhir adalah tes wawancara, para peserta akan di wawancara langsung oleh tim pansel pada 9 -10 Desember.
 
Sekretaris Kementerian PANRB Tasdik Kinanto selaku Ketua Pansel, mengungkapkan peserta yang tidak mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan sampai dengan batas waktu yang ditentukan dengan alasan apapun akan dianggap mengundurkan diri dari pelaksanaan seleksi secara keseluruhan. “Promosi terbuka ini dilaksanakan untuk menciptakan birokrasi yang transparan dan bersih dari KKN” tegasnya dikantor Kementerian PANRB (14/11).
 
Jabatan Eselon II yang diperebutkan adalah (1) Asdep Koordinator Penanganan Pengaduan Masyarakat dan Aparatur; (2) AsdepKoordinasi Pelaksanaan, Pemantauan, dan Evaluasi RB, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan; (3)Asdep Perumusan dan Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan e-Government; (4) Asdep Perencanaan dan Sistem informasi SDM Aparatur; (5) AsdepKoordinasi Pelaksanaan, Pemantauan, dan Evaluasi Pelayanan Publik III; dan (6) Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik.
 
Kementerian PANRB sudah beberapa kali melakukan promosi terbuka, baik untuk jabatan eselon I maupun II. Langkah ini merupakan bagian dari percepatan reformasi birokrasi, sebagai upaya untuk mewujudkan merit sistem birokrasi. Promosi terbuka ini juga menjadi muatan dalam RUU Aparatur Sipil Negara (ASN), sehingga kalau RUU itu sudah disahkan menjadi undnag-undang, maka seluruh instansi pemerintah wajib melaksanakannya.  (Cry/HUMASMENPAN)

Rabu, 13 November 2013

Wamen PANRB Pantau Tes CPNS Melalui Group BBM

Wakil Menteri PANRB Eko Prasojo mengatakan, tahapan seleksi CPNS dengan sistem lembar jawab komputer (LJK) mulai dari penyusunan soal, pelaksanaan ujian, sampai scanning LJK telah berjalan dengan baik, meskipun ada sedikit kendala  seperti kapasitas orang, energi, dan dana yang sangat terbatas.
 
Tempat yang terbatas dan jalan yang sempit ke lokasi pengolahan LJK di Pusdiklat Sekretariat Negara sempat membuat panitia daerah harus mengantri untuk melakukan verifikasi berkas LJK. “Sekarang sudah cooling down, keadaan sudah bisa diatasi. Tim hanya perlu bersabar,” ujarnya di sela-sela acara serah terima kunci jawaban LJK, untuk tenaga honorer kategori II dan pelamar umum, Rabu (13/11).
 
Kunci jawaban soal tes CPNS untuk tenaga honorer kategori II dan pelamar umum, diserahkan Sekjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kepada Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Penandatanganan serah terima kunci jawaban tersebut disertai berita acara, dan dalam kondisi masih tersegel. “Kunci jawaban ini  akan dibuka di tempat pengolahan LJK di Pusdiklat Setneg,” ujar Eko Prasojo.
 
Dalam kesempatan itu, Wamen juga mengapresiasi Kemendikbud yang sudah berkoordinasi dengan konsorsium dan Panselnas di tengah kondisi serba terbatas, namun tetap semangat memberikan sumbangsih terhadap perubahan seleksi CPNS. “Saya membayangkan panitia bekerja di tengah ketegangan dari pagi sampai malam hari dalam ruangan sempit dan panas. Namun Alhamdulillah sampai saat ini dapat dilalui dengan baik,” ungkapnya.
 
Panitia yang terdiri dari tiga shift yaitu pagi, sore, dan malam, menunjukkan komitmen dan motivasi yang tinggi. “Saya tetap memantau melalui Group BBM tim Panselnas, yang kadangkala harus memberikan keputusan dengan cepat,” imbuhnya.
 
Wamen berharap, kondisi seperti ini tidak lagi terjadi tahun depan kalau  seluruh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT).  Generasi muda pun memberikan respon positif terhadap sistem baru ini. Selain bisa seketika mengetahui hasilnya, sistem ioni juga sangat efisien. “Niscaya pemerintah akan mendapat kepercayaan lagi untuk memperbaiki reformasi birokrasi, terutama dalam hal seleksi CPNS yang transparan, obyektif, profesional, dan bebas KKN,” imbuhnya. (bby/HUMAS MENPANRB)

Pengolahan LJK 22 Instansi Didahulukan

Pengolahan lembar jawaban komputer (LJK) tes kompetensi dasar (TKD) CPNS 22 kementerian/lembaga, baik dari pelamar umum maupun tenaga honorer kategori 2 didahulukan. Hal itu dilakukan karena  instansi dimaksud akan melaksanakan Tes Kompetensi Bidang (TKB).
 
Deputi Bidang SDM Aparatur Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) sudah menerima berkas LJK dari 544 instansi dari 622 instansi yang mengadakan TKD dengan menggunakan LJK. “Dalam minggu ini sudah harus selesai mengolah LJK hasil TKD  duapuluh dua instansi pusat yang akan mengadakan TKB,” ujarnya dalam acara serah terima kunci jawaban seleksi pengadaan CPNS tenaga honorer kategori II dan pelamar umum, Rabu (13/11).
 
Kunci jawaban dimaksud diserahkan oleh tim konsorsium di bawah koordinasi Puspendik Kemendikbud kepada Panselnas. Kunci jawaban tersebut mencakup jawaban dari soal-soal untuk jenjang SMA sampai D3 yang terdiri dari 1.188 paket, jawaban untuk kelompok soal D4 sampai S3 yang juga terdiri dari 1.188 paket.
 
Penyerahan dilakukan oleh Sekjen Kemendikbud Ainun Naim kepada Wakil Menetri PANRB Eko Prasojo, disaksikan Sekretaris Kemenetrian PANRB Tasdik Kinanto, Deputi SDM Aparatur Kemenetrian PANRB Setiawan Wangsaatmadja, dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Eko Soetrisno.
 
Tim konsorsium yang terdiri dari 12 PTN juga menyerahkan kunci jawaban TKD untuk honorer jenjang SD sampai SMP, SMA sampai D3, D4, hingga S1 sampai S3 yang masing-masing terdiri dari 30 paket. Kunci jawaban TKB untuk guru dan dosen juga telah disiapkan, masing-masing 18 dan 6 paket. Selanjutnya kunci jawaban digunakan oleh tim komputerisasi pemeriksaan hasil ujian CPNS, yang terdiri dari 10 PTN.(bby/HUMAS MENPANRB)

Selasa, 12 November 2013

Saksi Pengabdian Pegawai BKN, Proses Penyerahan LJK

Jakarta-Humas BKN, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sekretariat Negara (Pusdiklat Setneg) di Cipete Jakarta Selatan menjadi saksi hidup, betapa para pegawai Badan Kepegawaian Negara (BKN) terus mengerahkan energi guna menuntaskan proses pengumpulan Lembar Jawaban Komputer (LJK) tes CPNS. Tatkala tim Humas BKN menyambangi wahana pengolahan LJK secara nasional ini pada Selasa sore (12/11), mereka tengah rehat sejenak. Kesempatan reses ini dimanfaatkan para pegawai guna makan malam, sholat, dan berdiskusi. Tak ketinggalan, Direktur Perundang-undangan English Nainggolan pun hadir untuk memotivasi dan menyerap aspirasi para pegawai yang menyuguhkan pengabdian apik nan inspiratif tersebut.
 
Jono, salah satu pegawai BKN yang bertugas, mengungkapkan bahwa meski kelelahan mendera diri dan rekan-rekannya, mereka tetap berupaya menyelesaikan penyerahan LJK secara optimal. Namun, tidak sedikit tantangan yang menghadang. “Sebagian pengantar LJK dari instansi tertentu bersikeras untuk minta didahulukan, dan mengartikulasikannya dengan ‘nada tinggi’ “ tuturnya.
“Alasan mereka yang minta didahulukan ini adalah surat penugasan dan tiket kepulangan telah ditentukan pada kurun waktu tertentu”ujar Jono. Sementara, antrian untuk pemeriksaan LJK masih cukup panjang. Menghadapi permasalahan ini, ia dan rekan-rekannya tetap berpegang pada prinsip First In First Out (FIFO) dan tidak menganakemaskan instansi tertentu. Selain itu, panitia pun bersabar dan memberi pengertian kepada petugas pengantar bahwa proses penyerahan harus dilakukan sesuai Standar Operasional dan Prosedur (SOP) yang ditetapkan.
Hingga pukul 19 Selasa (12/11), tercatar 560 instansi pemerintah sudah menyerahkan LJK ke Pusdiklat Setneg. Ada pun instansi yang terakhir (pada jam tersebut,Red) menyerahkan adalah Kabupaten Pegunungan Bintang Provinsi Papua. (aman)

Arti Sebuah Kejujuran


Kejujuran adalah perhiasan jiwa yang lebih bercahaya daripada berlian
 Belajar tanpa berpikir tidak ada gunanya, sedangkan berpikir tanpa belajar adalah berbahaya.
 Cinta kepada Allah adalah puncaknya cinta. Lembahnya cinta adalah cinta kepada sesama.
 Keluhuran budi pekerti akan tampak pada ucapan dan tindakan.
 Orang yang berjiwa besar teguh pendiriannya, tetapi tidak keras kepala.
 Ulurkan cintamu karena Tuhanmu dan tariklah cintamu karena Tuhanmu, anda tentu tak akan kecewa.
 Cinta indah seperti bertepuk dua tangan, tak akan indah jika hanya sebelah saja.
 Naluri berbicara kita akan mencintai yang memuja kita, tetapi tidak selalu mencintai yang kita puja.
 Melihatlah ke atas untuk urusan akhiratmu dan melihatlah ke bawah untuk urusan duniamu maka hidup akan tenteram.
 Seseorang yang optimis akan melihat adanya kesempatan dalam setiap malapetaka, sedangkan orang pesimis melihat malapetaka dalam setiap kesempatan.
 Ingatlah, boleh jadi manusia itu mencintai sesuatu yang membahayakan dirinya atau membenci sesuatu yang bermanfaat baginya. Mohonlah petunjuk-Nya.
 Sahabat yang sejati adalah orang yang dapat berkata benar kepada anda, bukan orang yang hanya membenarkan kata-kata anda.
 Bekerja atas dorongan cinta akan terasa senang tiada jemu dan lelah.
 Orang besar menempuh jalan kearah tujuan melalui rintangan dan kesukaran yang hebat.
 Berbuat baiklah kepada orang lain seperti berbuat baik kepada diri sendiri.
 Orang besar bukan orang yang otaknya sempurna tetapi orang yang mengambil sebaik-baiknya dari otak yang tidak sempurna.
 Memperbaiki diri adalah alat yang ampuh untuk memperbaiki orang lain.
 Jika seseorang tidak mencintai anda janganlah dia anda benci, karena mungkin akan tumbuh benih cinta kembali.
 Cinta akan menggilas setiap orang yang mengikuti geraknya, tetapi tanpa gilasan cinta, hidup tiada terasa indah.
 Bukan kecerdasan anda, melainkan sikap andalah yang akan mengangkat anda dalam kehidupan.
 Perjuangan seseorang akan banyak berarti jika mulai dari diri sendiri.
 Jika rasa cinta terbalas, maka bersyukurlah karena Allah telah memberikan hidup lebih berharga dengan belas Kasih-Nya.
 Dalam perkataan, tidak mengapa anda merendahkan diri, tetapi dalam aktivitas tunjukkan kemampuan Anda.
 Tegas berbeda jauh dengan kejam. Tegas itu mantap dalam kebijaksanaan sedangkan kejam itu keras dalam kesewenang-wenangan.
Jika rasa cinta itu tak terbalas maka bersukurlah, karena anda akan dipilihkan Allah yang lebih baik.
 Watak keras belum tentu bisa tegas, tetapi lemah lembut tak jarang bisa tegas.
 Sifat orang yang berlilmu tinggi adalah merendahkan diri kepada manusia dan takut kepada Tuhan.
 Contoh yang baik adalah nasehat terbaik 

Senin, 11 November 2013

Heran, Masih Ada yang Percaya Calo CPNS

Untuk kesekian kalinya Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengajak dan mengimbau masyarakat untuk menghindari dan tidak percaya dengan calo CPNS. Kementerian PANRB prihatin dengan masih adanya laporan dari beberapa warga masyarakat yang menjadi korban percaloan.
 
Sekretaris Kementerian PANRB Tasdik Kinanto mengaku tak habis pikir, masih saja ada pihak-pihak yang menggunakan calo dalam penerimaan CPNS. “Padahal sejak jauh-jauh hari, kami selalu mengingatkan kepada seluruh warga masyarakat agar menghindari percaloan dalam rekrutmen CPNS,” ujarnya menanggapi masih adanya laporan korban percaloan.
 
Dikatakan, seleksi CPNS tahun 2013 ini diselenggarakan secara obyektif, transparan, akuntabel, bebas dari KKN termasuk percaloan, serta tidak dipungut biaya. Mulai dari pengumuman lowongan, pendaftaran online, penyerahan  berkas, pelaksanaan tes kompetensi dasar (TKD), sampai pada pengolahan lembar jawab komputer (LJK), sudah dibuat sedemikian rupa agar tidak memungkinkan terjadinya kecurangan, penlewengan, ataupun penyalahgunaan wewenang.
 
Dalam sistem itu, tidak seorang pun memiliki akses untuk intervensi dalam proses penentuan kelulusan, termasuk pejabat di Kementerian PANRB. “Jadi kalau ada pihak-pihak yang mengaku-ngaku bisa meloloskan seseorang menjadi CPNS, itu bohong besar. Mulai dari hulu sampai hilir, prosesnya sudah steril. Titik-titik yang dianggap rawan, semuanya sudah ditutup rapat-rapat,” imbuh Tasdik Kinanto yang juga sebagai Sekretaris Tim Pengarah Panselnas CPNS Tahun 2013.
 
Diakui, para calo belakangan semakin canggih, oleh karena itu sekali lagi masyarakat khususnya para calon CPNS yang telah ikut tes agar berhati-hati. Bahkan ada yang membuka blog, dan seolah-olah merupakan website resmi. Hal seperti ini juga sering terjadi dalam penipuan undian pada perusahaan-perusahaan, pulsa dan lain-lain. Artinya, calo-calo CPNS ini merupakan jaringan yang terorganisasi, dan menggunakan media yang canggih.
 
Namun harus diingat bahwa sebenarnya mereka itu hanya berspekulasi, dengan meyakinkan calon korbannya bahwa dia punya akses. Dia hanya minta uang muka, dan berjanji kalau tidak diterima, uangnya nanti dikembalikan, tetapi kalau diterima maka jumlah yang telah disepakati harus dilunasi. “Ini sudah di luar sistem yang kami kembangkan dalam seleksi CPNS. Kami hanya bisa mengimbau, kalau ada pihak yang menjanjikan sesuatu silakan lapor ke pihak yang berwajib, karena sudah masuk ranah pidana,” ujarnya.
 
Kalau pelakunya berstatus pegawai negeri, dia akan dipecat. Kalau bukan PNS, sanksinya pidana. “Yang aman adalah, hindari percaloan. Tapi kalau mendapati ada percaloan, laporkan,” sergah Tasdik Kinanto. (ags/HUMAS MENPANRB)

Madrasah Saat Ini Bukan Lagi Sekolah Pelengkap, Tapi Madrasah Saat Ini Jauh Lebih Baik

Direktorat Pendidikan Madrasah, Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama menyelenggarakan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) di Malang, Jawa Timur. Menteri Agama, Suryadharma Ali berharap, ajang tahunan itu bisa menjadi wadah olah pikir dan kreativitas untuk keseimbangan iman, ilmu dan amal.


"Saya mengapresiasi tagline yang diusung pada penyelenggaraan KSM dan Aksioma, yakni `Madrasah Lebih Baik`. Ini sangat tepat dan relevan dengan dinamika madrasah yagn mengalami lompatan dan transformasi yang luar biasa, kata Menag Suryadharma Ali, saat membuka acara, di Stadion Gajayana Malang, Jawa Timur, Selasa malam (5/11) kemarin.

Hal itu, lanjut Menag, terjadi dalam konteks pengarusutamaan madrasah dalam sistem pendidikan nasional. Madrasan tidak lagi dianggap sebagai pelengkap sistem pendidikan nasional, "Akan tetapi madrasah merupakan bagian yagn sangat penting dari sisdiknas, madrasah bukan lagi dianggap sebagai satuan pendidikan `kelas dua` daripada sekolah. Madrasah adalah `sekolah plus`." papar Menag disambut tepukan meriah.

Sebab itu, lanjut Menag lagi, penyelenggaraan KSM ini juga merupakan bukti kuat bahwa Madrasah bukan lagi sekedar tempat mencetak ahli doa dan baca tulis al-quran, "melainkan juga tempat mencetak kader intelektual, ilmuan dan cendekiawan muslim yang mumpuni di bidangnya yang pintar berdoa dan baca tulis al-quran," lanjut Menteri.

"Madrasah tidak hanya mencetak kader intelektual yang profesional dan pintar saja, melainkan juga kader muslim yang berintegritas, berkarakter, dan berakhlak mulia," imbuhnya lagi.

Kompetisi Sains Madrasah (KSM) digelar selama 5 hari mulai dari 5 hingga 9 November 2013 yang dihadiri oleh Direktur Pendidikan Madrasah, M. Nur Kholis Setiawan serta para Kepala Sub Direktorat Pendidikan Madrasah (Kasubdit). KSM juga digelar bersamaan dengan Ajang Kesenian dan Olahraga Madrasah (Aksioma) yang digelar dua tahun sekali dengan peserta kontingen dari seluruh Indonesia.
"Madrasah saat ini bukan lagi sekolah pelengkap, tapi madrasah saat ini jauh lebih baik," ungkap Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali dalam sambutannya ketika membuka Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan Ajang Kompetensi Seni Olahraga Madrasah (AKSIOMA) di Stadion Gajayana Malang.
"Bertepatan dengan momentum tahun baru hijriah ini, madrasah harus bertransformasi. Madrasah tidak hanya mencetak siswa siswi yang mampu berdoa dan berzikir saja, akan tetapi madrasah juga mampu mencetak ilmuwan dan cendikiawan," ujar Menag, Selasa (5/11) malam.

Kompetisi Sains Madrasah dan ajang kompetensi seni olahraga madrasah yang baru pertama kali digelar ini dihelat di Kota Malang. Berbagai pagelaran sebelum pembukaan dipertunjukkan. Didahului dengan devile masing-masing kontingen dari 33 provinsi se Indonesia.

"Di sinilah, nilai lebih madrasah dari lembaga pendidikan lainnya, karena madrasah mencetak lulusan yang paripurna. Ajang KSM dan Aksioma pun dituntut harus menjadi puncak penampilan kesuksesan akademik. Dan menjadi barometer pendidikan madrasah di daerah", terang Menag.

Dirjen Pendidikan Islam, Nur Syam menambahkan, ajang KSM dan Aksioma ini juga diharapkan dapat meningkatkan mutu dan kualitas madrasah di setiap daerah. Karena ini wahana prestasi siswa madrasah di bidang sains, seni dan olahraga. Termasuk memotivasi dan menumbuhkembangkan budaya sains dan kompetitif di lingkungan madrasah.

Sementara itu Direktur Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Nur Kholis, dalam keterangannya di Jakarta menyampaikan "Kedua acara ini jadi komitmen kami untuk memberikan ruang dan wahana yang memadai bagi siswa madrasah sejak awal. Beragam gerai pameran hasil prestasi siswa madrasah juga akan dibuka untuk menunjukkan pada publik bahwa siswa madrasah juga bisa berprestasi."

Nur Kholis berharap kompetisi ini dapat menjadikan kegiatan yang positif bagi siswa madrasah di Tanah Air.

Puncak kemeriahan terlihat ketika 25 ribu siswa dan guru madrasah se Indonesia turut memenuhi stadion Gajayana, Kota Malang. Pertunjukan devile setiap kontingen menampilkan pakaian khas, semakin meriah dengan pagelaran seni budaya khas tuan rumah Malang, Jawa Timur. Seni topeng Malangan dan pagelaran sendratari melibatkan ratusan siswa madrasah kota Malang.

Kedua ajang tersebut merupakan perlombaan akbar siswa-siswi madrasah dari mulai tingkat ibtidaiyah hingga tingkat aliyah yang diikuti oleh 2.145 siswa-siswi dan 370 offisial madrasah se Indonesia. Bidang Sains yang diperlombakan ada 11 mata lomba, yang terdiri dari dua bidang bagi Madrasah Ibtidaiyah, yakni Matematika dan IPA, tiga bidang sains Madrasah Tsanawiyah, terdiri dari Matematika, Biologi dan Fisika dan enam bidang sains Madrasah Aliyah, Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi dan Geografi.

Dalam bidang sains siswa-siswi madrasah memperebutkan 198 medali. Sedangkan bidang seni dan olahraga mempertandingkan sembilan cabang olahraga dan tujuh seni.

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf, Pejabat Eselon I dan II Kemenag Pusat, Kakanwil dan Kakankemenag Kab/Kota Provinsi Jawa Timur.

Integritas Tim Penerima LJK Patut Diacungi Jempol

Jakarta-Humas BKN, Integritas tim Penerimaan LJK benar-benar teruji, dapat dipercaya dan patut diacungi jempol. Berdasarkan pantauan langsung Tim Humas BKN, terkait proses penerimaan dan pengumpulan LJK, Senin (11/11/13) semua berjalan tertib dan lancar.
Dalam hal pemanggilan antrian misalnya, semua dilakukan sesuai SOP. Berkas LJK yang datang lebih awal dipastikan akan diverifikasi terlebih dahulu. Demikian disampaikan Koordinator Tim B Penerimaan LJK yang juga PNS BKN, Isyanto di sela-sela tugasnya mengatur antrian berkas LJK masuk ke ruang verifikasi, di Pusdiklat Setneg-Jakarta. Bahkan menurut Isyanto pihaknya sempat mendapat acungan jempol dari para Pengantar berkas atas integritas Tim dalam mengatur antrian. “Timbulnya antrian panjang begini sangat memungkinkan untuk ‘diduitin’, mana yang bayar bisa didahulukan,” kata Isyanto, “Tapi itu tidak akan mungkin disini, jangan main-main dengan kami, kami pegang teguh integritas,” imbuhnya. Isyanto menuturkan banyak sekali yang minta didahulukan bahkan insiden kecil hingga kemarahan pengantarpun sering dihadapi timnya.
Isyanto juga menambahkan bahwa beberapa oknum sempat mendatanginya dan minta tolong untuk bisa ‘dibantu’ diluluskan. Namun demikian Isyanto memastikan bahwa tidak akan dibuka celah sedikitpun untuk hal yang demikian.  “Integritas tidak akan kami korbankan, dan penjagaan serta pengawasan Tim Panselnas dipastikan sangat ketat,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan tercatat sudah 544 instansi yang menyampaikan LJK. Sementara dari 544 tumpuk berkas LJK Instansi, baru 465 tumpuk yang telah di verifikasi.  Diperkirakan dalam 1 minggu ke depan proses penerimaan LJK baru akan selesai. Paralel dengan penerimaan LJK, proses scanning LJK juga sudah berlangsung. Subali/Berry

Minggu, 10 November 2013

Panselnas CPNS Percepat Proses Verifikasi LJK

Sudah 534 instansi penyelenggara tes CPNS yang menyerahkan berkas lembar jawab komputer (LJK) ke panitia seleksi nasional (Panselnas) CPNS 2013 di Pusdiklat Sekretariat Negara Jakarta. Hampir seluruh pemda sudah menyerahkan LJK, termasuk dari Papua, Papua Barat dan NTT yang pelaksanaan tesnya Senin tanggal 4 November. Tinggal beberapa instansi, terutama instansi pusat yang menyelenggarakan tes di daerah yang belum masuk.
 
Deputi SDM Aparatur Kementerian PANRB Setiawan Wangsaatmadja mengatakan, untuk mempercepat proses verifikasi berkas-berkas LJK tersebut akan dilakukan perbaikan-perbaikan, agar pengantar LJK tidak terlalu lama menunggu di Jakarta.
 
Sebenarnya, pemberian nomor urut antrean seperti yang sudah dilakukan sejak awal, diharapkan bisa lebih tertib. Namun ternyata banyak pihak yang merasa keberatan karena harus menunggu terlalu lama di Jakarta, sementara SPPD hanya diberikan 3 hari. Bahkan ada beberapa yang tiket pesawatnya hangus karena sudah terlanjur dipesan, tetapi ternyata LJK yang disampaikan ke Panselnas harus diverifikasi dulu.
 
Ada juga beberapa daerah yang jumlah LJK-nya kurang dari 100, tetapi tetap harus menunggu panggilan sesuai nomor antrean. Kalau dapatnya nomor di atas 400, mungkin baru bisa diproses Sabtu atau Minggu, atau lebih.
 
Melihat perkembangan seperti itu, Deputi SDM akan melakukan perubahan-perubahan agar proses verifikasi bisa berjalan lebih cepat, tanpa meninggalkan kehati-hatian dan kecermatan. (ags/HUMAS MENPANRB)

Kamis, 07 November 2013

Pengumuman Kelulusan Tes CPNS Dilakukan Sesuai Jadwal

Jakarta-Humas BKN, Guna mengetahui kelancaran proses penyerahan lembar jawab komputer (LJK) instansi pemerintah yang menyelenggarakan tes CPNS berbasis LJK , Kepala BKN Eko Sutrisno selaku Ketua Tim Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) CPNS dan Wakil Kepala Bima Haria Wibisana kembali memantau langsung kegiatan ini di Pusdiklat Sekretariat Negara, Cipete Jakarta Selatan, Rabu (6/11). Sampai pukul 15.30 WIB ini, tercatat 516 instansi pemerintah menyerahkan LJK serta berkas-berkas administrasinya. Dari jumlah tersebut, 185 berkas instansi pemerintah sudah diverifikasi kelengkapannya.

Dalam pantauan tersebut, Eko Sutrisno dan Sekjen Kementerian PAN RB Tasdik Kinanto juga membahas sejumlah hal terkait penyerahan dan pemrosesan LJK ini. Hal ini dilakukan agar pengumuman kelulusan tes CPNS dilakukan sesuai jadwal yang ditentukan KemenPAN RB pada 4 Desember.

Asep Yusmana, salah seorang pegawai BKN yang bertugas, menjelaskan bahwa proses penerimaan LJK ini tidak semudah yang diperkirakan. Salah satu tantangan adalah ada instansi tertentu yang ingin didahulukan pengurusannya. Menghadapi hal tersebut, Asep dan rekan-rekannya berupaya menerapkan arahan Wakil Kepala Bima Haria Wibisana agar bersabar dan memberi pengertian bahwa penyerahan LJK harus dilakukan sesuai Standar Operasional dan Prosedur (SOP) yang ditetapkan. “Kami menerapkan sistem First Come First Served dan tidak menganakemaskan instansi tertentu,”tuturnya.

Kahono, pegawai lain yang bertugas, mennyatakan bahwa sejumlah instansi pemerintah dari Indonesia Bagian Timur telah menyerahkan LJK dan kelengkapan berkas administrasi pada hari ini. Instansi tersebut adalah Kabupaten Fakfak, Kabupaten Kaimana, dan Kabupaten Poso. (aman)

Bupati Tak Bisa Urus Pendidikan, Copot ‘Jengkol’-nya

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Azwar Abubakar menghimbau agar setiap Kementerian dan Lembaga (K/L) segera memperbaiki sistem pelayanan publiknya.
 
“Kita harus tahu malu kalau pelayanan publik negara kita dinilai dunia masih kurang baik. Kita harus segera berbenah,” tuturnya pada pembukaan rapat koordinasi layanan dasar pelayanan publik di Kementerian PANRB, Kamis (07/11).
 
Menteri mengajak kementerian/lembaga agar memberikan contoh yang kongkrit  untuk memperbaikipelayanan publiknya. “Dalam hal pelayanan publik kementerian dan lembaga merupakan contoh bagi daerah.Karena itu kita harus buktikan,” ujarnya.
 
Dia mengambil contoh pelayanan publik di Kepolisian, yakni surat keterangan catatan kepolisian (SKCK), yang masih dijadikan syarat dalam melamar sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). “Kenapa pelamar CPNS harus menyerahkan SKCK? Apakah itu penting?” sergahnya.
 
Menurut Azwar Abubakar, hal itu tidak terlalu penting, malah menambah keruwetan proses pelamaran.Mestinya dibalik saja, kalau mereka sudah diterima menjadi CPNS, barulah melengkapi persyaratan itu. Untuk membuat SKCK, nantinya juga harus online, supaya lebih efisien dan efektif.
 
Untuk pelayanan kesehatan, Puskesmas merupakan unit terpenting, karena tempatnya ada di desa-desa. Setiap Puskesmas minimal harus ada satu orang dokter. “Tolong beri tahu saya, pedesaan yangPuskesmasnya belum ada dokter, berapa yang belum PNS. Bukan puskes namanya, kalau tidak ada dokter,” sergahnya.
Menteri juga menyinggung masalah pendidikan, yang dinilainya sifatnya urgen, karena ini anak masalah  bangsa.  “Kalau negara mengeluarkan dana tigaratus triliun, tapi tidak bisa menyediakan guru SD yang ada di desa, itu dzolim” ucapnya. 
 
Harapan anak – anak yang ada di pedesaan adalah bisa menjadi pintar dan tidak dibodohi lagi. “Kalau bupati tidak bisa urus pendidikan yang ada di daerahnya, copot jengkolnya,” tutur dia lagi.
 
Sebagai gambaran diungkapkan, jika guru megajar enam kelas setiap hari, mustahil para murid bisa melaksanakan ujian dengan. Apa namanya kalau pelayanan dasar saja tidak bisa kita urus.  
 
Pelayanan publik merupakan ujung dari reformasi birokrasi. Di bagian hulu, juga perlu dilakukan audit kelembagaan, agar tidak kegemukan. “Lembaga seharusnya membuat  input menjadi outcome. Tetapi yang terjadi saat ini,  yang dicari bukan outcomenya, tapi income,” tandas Azwar.
 
Selain kelembagaan, perijinan juga diaudit, karena terlalu berbelit-belit. Investor yang seharusnya dengan mudah masuk, terkadang enggan mengurus perijinan, dan lebih memilih berinvestasi ke negara lainnya, lantaran hal sepele yang bisa merugikan negara.
 
Menteri PANRB mengajak para peserta rakor agar memperbanyak titik-titik pelayanan yang dibutuhkan masyarakat. ”Jika  ada sebatang pohon yang berat sekali di situ, masa tidak bisa dipindahkan. Kita ajak sepuluh orang untuk angkat sama-sama, pasti bisa kita angkat. Kebersamaan itulah yang kita gali,” imbuhAzwar beranalogi. (cry/HUMAS MENPANRB)
Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga bermanfaat!!