Selamat Datang Di Tarojjumah.Com - Selamat Datang Di Tarojjumah.Com - Selamat Datang Di Tarojjumah.Com

Minggu, 05 Mei 2013

Teks Pidato (BIRRUL WALIDAIN)



BIRRUL WALIDAIN


بـِسـْمِ اللهِ الرَّحـْمـنِ الـرَّحَِـيْـمِ
ا لـسَّـلاَ مُ عَـلَـيْـكُـمْ وَ رَحـْمَـةُ اللهِ وَ بـَرَكَـا تُـهُ

Alhamdulillah,
Hamdan wa syukrulillah. Hamdan yuwafi ni’amahu mazidah, wa kafa billahi syahidah. Asyhadu anla illaha illallah, wahdahu laa syarikalah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh. Amma ba’du.
Kepada yang terhormat Ibu / Bapak para dewan juri yang Insya Allah telah siap memberikan komentar dan penilaiannya dalam Lomba Pildacil kali ini,
Kepada Ustadz / Ustadzah yang saya hormati,
Kepada Ibu / Bapak hadirin yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu yang berbahagia, dan tak lupa kepada teman – teman pelajar Muhammadiyah yang saya banggakan.
Tiada kalimat yang lebih indah untuk kita sanjungkan kepada Allah selain ucapan syukur Alhamdulillah atas segala nikmat yang telah dicurahkan oleh-Nya, baik nikmat iman, nikmat Islam, nikmat sehat, nikmat persaudaraan dan nikmat lain yang tak tehitung jumlahnya.
Shalawat salam semoga senantiasa Allah limpahkan kepada Rasul Akhiruzzaman, Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat dan semoga sampai kepada kita selaku pewaris risalah dan pengikut setia beliau.
Hadirin yang Insya Allah dirahmati Allah,
Pada kesempatan kali ini, saya ingin menyampaikan tentang “BIRRUL WALIDAIN” atau BERBUAT BAIK KEPADA KEDUA ORANG TUA.
Menghormati orang tua merupakan kewajiban seorang anak. Birrul walidain adalah berbuat baik kepada orang tua, antara lain dengan berbakti dan taat kepada mereka.
Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an Surat Luqman ayat 14 yang berbunyi :
أَ عُوْ ذُ بِا للهِ مِنَ الشَّيْطنِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحمْنِ الرَّحِيْمِ.
 وَ وَ صَّيْنَ الاِ نْسَا نَ بِوَ ا لِدَ يْهِ حَمَلَتْهُ  أُ مُّهُ وَ هْناً عَلَى وَهْنٍ وَ فِصلُهُ فِى عَا مَيْنِ
 أَ نِ شْكُرِ لِي وَ لِوَ ا لِدَ يْكَ إِلَيَّ المَصِيْرِ ( لقمن : 12)
Yang artinya : "Dan Kami perintahkan kepada manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah – tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku kembalimu".
Allah memerintahkan kepada manusia agar mereka menghormati dan memuliakan ibu bapaknya. Keduanya lah yang menyebabkan kita lahir ke dunia atas izin Allah. Pada umumnya orang tua bersedia untuk berkurban apa saja demi keselamatan dan kebahagiaan putra – putrinya.
Teman – teman, betapa beratnya tugas seorang ibu. Ibu telah mengandung kita dalam keadaan susah payah yang kian hari kian bertambah selama 9 bulan, hingga akhirnya kita lahir. Ibu melahirkan kita diringi rasa sakit, lemas dan khawatir serta keringatnya ikut bercucuran. Namun itu semua dilalui ibu demi keselamatan lahirnya kita.
Setelah kita lahir, ibu menyusui, merawat dan menjaga kita hingga dewasa, tentu saja dibantu bapak yang mencari nafkah untuk ibu dan kita.
Nabi Muhammad mengisyaratkan birrul walidain itu sejajar atau sama dengan jihad fi sabilillah. Dalam sebuah hadits riwayat Muslim diceritakan bahwa Nabi menyarankan seorang sahabatnya untuk lebih mengutamakan menghormati orang tuanya daripada berperang.
Dalam Surat Luqm,an ayat 14 tadi kita diperintahkan untuk bersyukur, berterima kasih kepada Allah, karena berkat Rahmat-Nya kita lahir, dan berkat Rahmat-Nya pula ibu rela merawat kita dengan penuh kasih sayang.
Lalu, siapa yang didahului untuk dihormati ? Ibu atau bapak ?
Rasulullah menjelaskan dalam sebuah haditsnya yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa pernah suatu ketika beliau ditanya seseorang tentang siapa yang lebih berhak mendapat perlakuan baik, Rasulullah menjawab dengan tegas “Ibumu”, hingga tiga kali orang tersebut menanyakannya, namun jawaban Rasul tetap sama. Barulah pada pertanyaan yang keempat Rasul menjawab “Bapakmu”.
Alangkah mulianya seorang ibu, sehingga kedudukannya tiga kali lebih tinggi dibanding bapak. Namun, bukan berarti penghormatan kita terhadap bapak menjadi berkurang. Tidak sama sekali. Kita harus tetap menghormati bapak, karena bapak selalu setia mendampingi ibu dalam merawat kita.
Hadirin Rahimakumullah,
Satu hal yang sering tidak kita perhatikan adalah ucapan kita ketika berbicara atau menolak perintah orang tua. Dalam Surat Al – Isra’ ayat 23 dijelaskan bahwa mengucapkan kata “ ah “ kepada ibu bapak saja tidak dibolehkan oleh Islam, apalagi ucapan kasar lainnya.
Apabila orang tua kita menyuruh untuk berbuat hal yang bertentangan dengan ajaran Islam, maka hendaknya ditolak dengan bahasa yang santun dan tidak menyakiti perasaan mereka. Kita tidak boleh mengikuti ajakan dan perintah yang demikian, namun kita harus tetap menghormati dan menyayanginya.
Di akhir ayat dijelaskan bahwa manusia hanya akan kembali kepada Allah, termasuk kita dan kedua orang tua kita. Apabila orang tua kita telah mendahului kita menghadap Allah SWT, sebagai anak yang shaleh, maka kita harus senantiasa mendoakannya. Sabda Rasul :
إِذا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَ ثٍ صَدَ قَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ ( رواه  مسلم )
“Apabila anak Adam ( manusia ) meninggal dunia, terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara yaitu sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan dan anak yang mendoakan kepadanya“.
Dalam hadits ini, dijelaskan salah satu amal yang tak terputus adalah anak shaleh yang mendoakan orang tuanya. Doa anak shaleh akan meringankan beban orang tuanya, menolong atau menambah kebahagiaan almarhum orang tuanya. Pahala orang tuanya terus bertambah selagi anaknya mendoakan. Salah satu Doa untuk kedua orang tua yang sering kita baca adalah :
اللّهُمَّ اغْفِرْليِ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُماَ كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيْرً ا
Teman – teman, setiap amal yang kita perbuat akan mendapat penilaian di hadapan Allah. Untuk itu, mari kita berlomba – lomba berbuat kebaikan, salah satunya berbuat baik kepada orang tua kita masing – masing , dengan menghormatinya, menyayanginya dan senantiasa mendoakan mereka baik yang masih hidup atau yang telah menghadap Allah SWT.
Demikianlah yang dapat saya sampaikan, segala kebenaran berasal dari Allah, dan mohon maaf apabila ada ucapan atau perbuatan yang kurang berkenan di hati hadirin sekalian.
Pak dadang makan ketan, dimakannya setelah mandi.
Kalau masih ada kesempatan, Insya Allah kita akan berjumpa lagi.
Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

وَ بِا للهِ الـتَّوْ فِيْقِ وَ الْهِدَ ا يَةِ وَ الرِّضَى وَ العِنَا يَةِ
وَ ا لـسَّـلاَ مُ عَـلَـيْـكُـمْ وَ رَحْـمَـةُ اللهِ وَ بَـرَكَـا تُـهُ
                                                         









Poskan Komentar
Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga bermanfaat!!