Selamat Datang Di Tarojjumah.Com - Selamat Datang Di Tarojjumah.Com - Selamat Datang Di Tarojjumah.Com

Sabtu, 21 Desember 2013

Anekdot Perdebatan KTP

Perlukah Kolom Agama di KTP Dihapus?
Paijo : “Bro, tahu belum? Ada wacana kolom agama di KTP mau dihilangkan lho.”
Paimin : “Emang kenapa? Katanya negara berketuhanan, kok malah hilangkan agama?”
Paiman : “Katanya sih, kolom agama itu bisa mengakibatkan diskriminasi. Lagian agama juga urusan pribadi. Nggak usahlah dicantumkan di KTP.”
Paidul : “Nah, ntar ada juga orang yang ngaku mendapat perlakuan diskriminasi gara-gara jenis kelamin ditulis. Berarti kolom jenis kelamin juga harus dihapus dong. Laki-laki, perempuan dan Waria kan setara. ”

Paidi : “Eit, ingat juga. Bangsa Indonesia ini juga sering fanatisme daerahnya muncul, terlebih kalau ada laga sepak bola. Jadi mestinya, kolom tempat lahir dan alamat juga dihapus.”

Paiman : “Kalau status pernikahan gimana? Perlu gak dicantumkan?”
Paimin : “Itu harus dihapus. Nikah atau tidak nikah itu kan urusan pribadi masing-masing. Saya mau nikah kek, mau pacaran kek, itu kan urusan pribadi saya. Jadi kalau ada perempuan hamil besar mau melahirkan di rumah sakit, nggak usah ditanya KTP-nya, nggak usah ditanya sudah nikah belum, nggak usah ditanya mana suaminya. Langsung saja ditolong oleh dokter.”
Paijo : “Sebenarnya, kolom pekerjaan juga berpotensi diskriminasi. Coba bayangkan. Ketika di KTP ditulis pekerjaan adalah petani/buruh, kalau orang tersebut datang ke kantor pemerintahan, kira-kira pelayanannya apakah sama ramahnya jika di kolom pekerjaan ditulis TNI? Nggak kan? Buruh biasa dilecehkan. Jadi kolom pekerjaan juga harus dihapus.”

Kampret : “Bisa juga. Namanya orang sensitif, apa-apa bisa jadi bahan diskriminasi.”
 
Posting Komentar
Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga bermanfaat!!