Selamat Datang Di Tarojjumah.Com - Selamat Datang Di Tarojjumah.Com - Selamat Datang Di Tarojjumah.Com

Selasa, 22 Desember 2015

Si Pemabuk dan Pezina, ‘Jangan Takut, Sultan dan Orang-orang Shaleh akan Menshalatkan Jenazahku’

Sultan Murad IV, Sultan Kekaisaran Ottoman yang hidup tahun 1623-1640, sering menyamar dan kemudian berbaru di tengah-tengah rakyat dan melihat secara langsung kehidupan negerinya. Suatu malam, ia merasakan kegelisahan dalam dirinya dan ia merasakan keinginan yang sangat untuk pergi keluar. Dia memanggil kepala keamanan dan mereka pun segera keluar istana.
KETIKA sudah agak jauh dari istana, mereka menemukan seorang pria tergeletak di tanah. Sultan memegang lelaki itu, dia tapi dia ternyata sudah mati. Pada saat itu, tak ada orang yang peduli dengan kondisi mayat tersebut, orang-orang di sekitarnya tampak sibuk dengan dirinya sendiri.
Akhirnya Sultan berseru. Karena suaranya yang keras, semua orang melirik dan memperhatikannya. Tapi tidak ada yang mengenali bahwa itu Sultan. “Mengapa orang ini tergeletak mati di tanah dan mengapa tidak ada yang peduli? Dimana keluarganya?” tanyanya.
Orang-orang menjawab, “Dia memang begitu, dia seorang pemabuk dan pezina!”
Sultan mengatakan, “Apakah dia bukan dari umat Muhammad SAW? Sekarang, bantu aku membawanya ke rumahnya! ”

Orang-orang bersama Sultan membawa jenazah lelaki itu ke rumahnya. Setelah mereka sampai di sana, orang-orang pergi kembali. Namun Sultan dan para pembantunya tetap tinggal. Ketika istri si pria itu melihat mayat suaminya, dia mulai 
Dia berkata kepada si mayat, “Allah merahmatimu! Aku bersaksi bahwa kamu adalah seorang lelaki yang saleh. ”
Sultan bingung. Dia berkata, “Bagaimana Anda bisa mengatakan bahwa suami Anda ini saleh padahal orang-orang mengatakan hal-hal ini dan itu tentang dia. Begitu banyak orang yang mengatakan soal buruk tentang suami Anda sehingga tidak ada yang peduli bahkan ketika dia sudah meninggal?”
Dia menjawab, “Saya hanya mendoakannya. Suami saya setiap malam pergi ke kedai dan membeli anggur sebanya-banyaknya. Dia kemudian akan membawanya pulang dan menuangkan semua anggur-anggur itu ke tanah tanpa dia minum sedikitpun. Dia kemudian selalu mengatakan, ‘Aku menyelamatkan umat Islam sedikit hari ini.’ Dia kemudian akan pergi pada pelacur, memberinya uang dan menyuruhnya menutup pintu sampai pagi. Dia kemudian akan kembali ke rumah untuk kedua kalinya dan berkata, ‘Hari ini aku menjaga seorang wanita muda dan remaja dari orang-orang yang akan memberinya hina.’
“Orang-orang selama ini memang hanya melihat dia membeli anggur dan mereka terbiasa melihat dia pergi ke rumah pelacuran dan mereka mencemoohnya. Suatu hari saya berkata kepadanya, ‘Kalau kau mati, tidak akan ada satu orang pun yang akan memandikanmu, tidak akan ada yang menshalatkanmu dan tidak akan ada yang menguburkanmu!’
“Dia tertawa dan menjawab, ‘Jangan takut, Sultan-orang percaya, bersama dengan orang-orang saleh akan menyalatkan jenazahku’. ”
Sultan mulai menangis. Dia mengatakan, “Demi Allah! Dia mengatakan kebenaran, karena aku adalah Sultan Murad. Besok kita akan memandikannya, menshalatkannya dan menguburkannya.”
Esoknya, Sultan, para ulama, orang-orang saleh dan rakyatnya menshalatkan jenazah lelaki itu. []

Kamis, 17 Desember 2015

SEBENARNYA SIAPAKAH ISTERI ?

"Orang selalu berkata, "ada bekas istri/suami, tapi tidak ada bekas anak atau bekas orangtua".
Seorang Profesor melakukan riset kecil kepada mahasiswa2nya yang sudah berkeluarga. Dia lalu meminta 1 orang mahasiswa untuk maju ke depan papan tulis.
Professor : "Tuliskan 10 nama orang yang paling dekat denganmu."
Lalu mahasiswa itu menulis 10 nama, ada nama tetangga, orgtua, teman kerja, istri, anaknya, saudara, dst.
Profesor : "Sekarang silahkan pilih 7 orang diantara 10 nama tsb yang kamu benar2 ingin hidup terus bersamanya."
Mahasiswa itu lalu mencoret 3 nama.
Profesor : "Silahkan coret 2 nama lagi." Tinggalah 5 nama tersisa.
Profesor : "Coret lagi 2 nama."
Tersisalah 3 nama yaitu nama ibu, istri & anak.
Suasana kelas jadi hening. Mereka mengira semuanya sudah selesai & tak ada lagi yang harus dipilih.
Tiba2 Profesor itu berkata : "Silahkan coret 1 nama lagi!"
Mahasiswa itu tertegun untuk sementara waktu. Lalu ia dengan perlahan mengambil pilihan yang amat sulit itu dan mencoret nama ibunya.
Profesor : "Silahkan coret 1 nama lagi!"
Hati sang mahasiswa makin bingung. Suasana kelas makin tegang. Mereka semua juga berpikir keras mencari pilihan yg terbaik. Mahasiswa itu kemudian mengangkat spidolnya & dengan sangat lambat ia mencoret nama anaknya. Pada saat itulah sang mahasiswa tidak kuat lagi membendung air matanya, ia menangis. Awan kesedihan meliputi seluruh sudut ruang kuliah. Setelah suasana lebih tenang, Sang Professor akhirnya bertanya kepada mahasiswa itu, "Kamu tidak memilih orang tua yang membesarkanmu, tidak juga memilih anak yang adalah darah dagingmu; kenapa kamu memilih istrimu? Toh istri bisa dicari lagi kan?"
Semua orang di dalam ruang kuliah terpana menunggu jawaban dari mulut mahasiswa itu. Lalu mahasiswa itu berkata lirih, "Seiring waktu berlalu, orang tua saya harus pergi & meninggalkan saya. Demikian juga anak saya. Jika dia sudah dewasa lalu menikah. Artinya dia pasti meninggalkan saya juga. Akhirnya orang yang benar2 bisa menemani saya dalam hidup ini, bahkan yang dengan sabar dan setia mendampingi dan mensupport saya saat tertatih dan terseok2 berjalan menghadapi himpitan kehidupan untuk meraih karir hanyalah ISTRI saya".
Setelah nenarik nafas panjang dia melanjutkan, "Orangtua & anak bukanlah saya yang memilih, tapi Tuhan yang menganugerahkan. Sedangkan isteri? Saya sendirilah yang memilihnya dari sekian milyar wanita yang ada di dunia".

Kabinet Jokowi-JK Hapus Kementrian Agama, MUI Ancam Demo Istana



Kabinet Jokowi-JK Hapus Kementrian Agama, MUI Ancam Demo di Istana. Wacana mengenai dihilangkannya Kementrian Agama dalam susunan kabinet Jokowi-JK banyak diprotes oleh masyarakat, termasuk juga Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dalam pernyataannya, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pimpinan MUI Pusat, Tengku Zulkarnain bahkan menegaskan akan melakukan aksi protes ke Istana Presiden jika benar Kemenag dihilangkan dan diganti menjadi Kementerian Urusan Haji, Zakat dan Wakaf.
“Jangan main-main dengan wacana itu, kalau Jokowi membuat itu maka saya dan murid-murid akan melawan. Itu berarti Presiden tidak tahu sejarah,” tegasnya seperti dikutib laman republikaonline.
Wacana penghilangan Kementrian Agama dinilainya sama dengan tidak menghargai adanya pengorbanan yang telah dilakukan oleh seluruh umat Islam dalam mendirikan negara ini. Selain itu dengan tidak adanya Kemenag yang mengatur keberadaan agama dan kepercayaan di negara ini, itu sama saja dengan penghancuran agama.
Kekhawatiran mengenai rencana penghilangan kementrian agama di kabinet Jokowi-JK muncul setelah kedua presiden dan wakil presiden terpilih itu mengumumkan struktur kabinet yang akan dibentuknya. Terdapat 34 kementrian yang di dalamnya tak tercantum lagi adanya kementrian agama.
Malah yang ada sebuah kementrian baru bernama kementerian wakaf, haji, dan zakat. Walau susunan kabinet tersebut belum final, namun tentu saja mengetahui bahwa dihapuskannya kementrian agama akan memicu masalah besar di kemudian hari, terutama dari kalangan umat Islam.

Senin, 14 Desember 2015

UJIAN NASIONAL TAHUN 2016 TETAP DILAKSANAKAN DALAM SATU KONSEP TETAPI MENGGUNAKAN 2 VERSI KURIKULUM ( K-13 DAN KTSP)

Asalamu'alaikum wr.wb. salam sejatera bagi rekan-rekan guru seluruh indonesia....
mari simak informasi terbaru berikut ini...
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memutuskan,  sekolah yang menggunakan kurikulum 2013 (K-13) maupun kurikulum 2006 (K-6), pelaksanaan serta materi ujian nasional (UN) pada 2016 mendatang akan disamakan.
Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) Kemendikbud Ramon Mohandas mengatakan ujian nasional tahun 2016 tetap dilaksanakan dalam satu konsep, meskipun sejumlah sekolah masih menggunakan kurikulum yang berbeda.
“Kita ambil praktisnya saja. Karena secara teknis pelaksanaan UN dengan dua pendekatan dan kurikulum berbeda sulit dilakukan,” ujar Ramon di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Jumat (28/8/2015).
Ramon mengatakan, prinsip dari ujian itu adalah materi yang diujikan harus pernah diajarkan kepada siswa. Meski secara teknis belum dibuat butir soal ujian, Ramon menjamin siswa tidak akan kesulitan mengerjakan UN 2016. Oleh karena itu, Ramon menegaskan cara termudah mencari  titik singgungan antara materi dalam K-6 dan K-13.
Dengan sistem mencari titik singgung itu, Ia berharap siswa yang menempuh pendidikan berbasis K-6 tidak mengalami kesulitan mengerjakan soal UN. Begitu juga dengan siswa yang belajar dengan K-13, tidak boleh merasa kesulitan karena soal ujiannya tidak pernah dipelajari lagi.
“Kemendikbud tidak mau ambil resiko UN berantakan karena membuat UN versi K-6 dan versi K-13. Akhirnya kita gunakan materi yang bersinggungan di K-6 dan di K-13," tuturnya.

Rencananya UN 2016 akan digelar di awal semester genap atau sekitar awal Januari. Selama ini UN  digelar di penghujung semester genap atau sekitar April sampai Mei. Ramon menuturkan pada tahun pelajaran 2015/2016 yang dimulai Juli nanti, implementasi K-13 di sekolah sudah berjalan penuh.
“Maksudnya siswa mulai dari kelas 1-6 SD, 7-9 SMP, hingga 10-12 SMA/SMK sudah menerapkan K-13 semuanya. Jumlah sekolah yang menjadi sasaran implementasi K-13 mulai 2013 lalu mencapai 16.991 unit,” katanya.
Ramon menegaskan tahun ini tidak akan ada penambahan jumlah unit sekolah sasaran implementasi K-13. Artinya jumlah sekolah yang menjalankan kurikulum baru itu masih tetap 16.991 unit atau setara 6% dari total populasi sekolah di Indonesia. "Tahun ini kita fokus pelatihan guru dan merevisi konten kurikulum," ujarnya.
Menurut Ramon penambahan unit sekolah sasaran implementasi K-13 baru dilaksanakan pada awal tahun pelajaran 2016/2017.
“Tahun depan Kemendikbud menargetkan sekolah pelaksana K-13 mencapai 25%  dari total pupulasi sekolah. Kemudian tahun pelajaran 2017/2018 jumlah sekolah implementasi K-13 naik lagi menjadi 60%. Puncaknya pada tahun pelajaran 2018/2019 nanti, seluruh sekolah mengimplementasikan K-13,” pungkasnya.

 

Hei Para Istri Hati Hatilah Jangan Jadi Istri Durhaka dengan Memisahkan Suamimu dari Ibu Kandungnya!!

Bagi muslimah yang sudah menyandang status sebagai seorang istri, tentu telah sadar bahwa dia bukan lagi gadis lajang yang masih belum memiliki kewajiban-kewajiban tertentu yang harus dilakukan oleh seorang isteri.Wanita muslimah yang telah menikah, kewajiban utama memanglah kepada suaminya, namun tak bisa dihindari bahwa amanah untuk menjadi seorang Ibu, kemudian menjadi seorang menantu bagi mertuanya, dan saudara atau sahabat bagi keluarga suaminya, akan mengikutinya.
Walau dengan banyak kewajiban tersebut, namun menjadi seorang istri merupakan karunia yang wajib kita syukuri sebagai wanita muslimah.Karena secara psikologis, hati kita akan merasa tentram dan merasa menjadi wanita seutuhnya manakala kita telah sah menjadi pendamping hidup laki-laki yang kita cintai, dan menjadi ibu dari anak-anak yangkita lahirkan dari rahim kita sendiri.
Namun, ada beberapa hal yang harus kita waspadai agar kita tak masuk dalam golongan istri durhaka. Terlebih jika suami tak ridho kepada kita,maka malaikat akan melaknat kita, dan Allah tak akan memberikan ridhoNya kepada kita. Na’udzubillaah. Nah, apa saja beberapa hal yang harus kita waspadai tersebut?
*1. Terlalu Menuntut Suami*
Suami adalah imam kita, lelaki yang menjadi pemimpin dan kepala rumah tangga kita. Maka sudah menjadi kewajiban kita sebagai seorang istri untuk taat dan berbakti kepadanya, selama dia menyuruh kita kepada kebaikan di jalan Allah. Bayangkan, betapa luar biasanya seorang suami itu?
Bertahun-tahun mulai dari dilahirkan sampai dewasa dia diasuh oleh kedua orangtuanya, sekolah sampai tinggi, kemudian bekerja keras, namun semua itu dia lakukan demi menghidupi kita, seorang wanita asing yang baru dikenalnya. Tak hanya itu, dia pun juga harus menanggung dunia dan akhirat kita, lagi-lagi wanita yang baru saja masuk dalam kehidupannya.
Maka, apakah pantas jika dengan semua kewajiban yang lebih besar dia tanggung dari pada kita ini, kita masih terlalu menuntutnya dengan bermacam-macam hal? Terlebih dengan tuntutan harta. Na’udzubillaah.Allah sangat membenci para isteri yang membuat suami murka padanya.
*2. Memisahkan Hubungan Suami dengan Ibunya*
Walau setelah menikah seorang wanita memiliki kewajiban utama kepada suaminya, namun seorang laki-laki walaupun telah menikah maka kewajiban utamanya tetap pada Ibunya. Wanita yang telah melahirkan, menyusui, dan membesarkannya. Hal itu masih sering kurang dipahami oleh beberapa istri, dan malah sering para istri mencemburui ibu suaminya.
Padahal, ibu suami kita lah yang telah melahirkan, menyusui,membesarkan, dan mengorbankan semuanya demi suami kita. Dan saat suamikita belum bisa membalas apapun kepada ibunya, dia sudah pergi meninggalkan ibunya demi kita, wanita asing yang baru dikenalnya, dan segala pengorbanannya bekerja siang dan malam serta apapun dia berikan demi menafkahi kita.
Lalu apakah kita masih tega membuat jurang pemisah antara suami kita dan ibunya? Sebaiknya kita mencoba menempatkan diri, seandainya kita memiliki anak laki-laki dan ketika telah menikah dia lupa pada kita dan lebih memilih isterinya, masa pasti hati kita akan sangat sakit.
Untuk itu, sebagai seorang istri yang shalihah, kita sebaiknya justru menjadi perekat hubungan antara suami dan orangtuanya, terutama ibunya. Dengan menjadi menantu yang memiliki kasih sayang besar serta rasa hormat yang tinggi pada mertua, maka keharmonisan keluarga akan tetap terjaga. Dan tentunya suami akan semakin mencintai kita.
*3. Membuka Aib Suami*
Yang namanya membuka aib orang lain kepada khalayak umum saja itu sudah sebuah dosa yang sangat dibenci Allah. Dan tak tanggung-tanggung Allah akan membalasnya dengan membuka aibnya juga kelak. Apalagi jika aib yang kita buka itu adalah aib suami kita, imam keluarga kita. Na’udzubillaah.
Dapat dikategorikan durhaka seorang istri yang dengan tega dan bangga justru membuka aib dan segala kekurangan suaminya kepada orang lain.Terutama jika aib itu merupakan aib yang sangat dijaga rapat olehsuaminya, misal tentang masa lalunya. Betapa malunya pasti suami kita,dan bisa dipastikan dia akan murka. Saat suami murka kepada kita, maka dia tak akan ridho pada kita, dan jauhlah ridho Allah dari kita.
Sebagai seorang isteri, sudah seyogyanya kita menyadari bahwa menikah adalah menyatukan dua orang dengan masa lalu, serta segala perbedaan yang ada. Dan menikah itulah adalah jalan dalam menyatukan perbedaanyang ada menjadi sebuah visi hidup yang sama, serta meninggalkan masalalu untuk memulai masa depan bersama, menuju syurga Allah.
*4. Menolak Ajakan atau Perintah Suami*
Dan yang terakhir adalah bisa dikategorikan durhaka seorang istri jika dia menolak ajakan suami atau membangkang perintahnya, padahal itu semua demi bertakwa kepada Allah. Kita sebagai seorang isteri harus kembali menyadari bahwa suami adalah seorang imam yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah dalam mendidik kita di dunia ini.Sehingga ketika kita telah memahami hal tersebut, maka kita akan berpikir berkali-kali untuk membuat laki-laki yang kita cintai tersebut mendapat kesulitan di akhirat kelak. Lagipula, ketika kita mencintai seseorang, maka tak akan sulit bagi kita untuk mengiyakan perintah dan ajakannya. Tentunya asalkan itu semua demi meraih syurga Allah.
Itulah keempat hal yang harus kita waspadai agar tak tergolong istri durhaka. Dan durhaka itu tiada tempat kembali kecuali neraka. Semoga bermanfaat bagi para istri, maupun para calon istri.

Minggu, 13 Desember 2015

INPASSING KEMENAG CAIR DI SIAPKAN DANA RP. 1,47 TRILIUN



Inpassing Kemenag Cair di Siapkan Dana Rp. 1,47 Triliun-  Program pemerintah yang satu ini sangatlah di nanti-nanti para guru Non PNS yaitu Inpassing, yang berada di bawah lingkungan Kemenag, kenapa banyak sekali yang menanti pencairan Inpassing Kemenag, jawabannya karena mereka berhak untuk mendapatkannya khusunya guru yang sudah memiliki SK Inpassing, program ini adalah penyetaraan kesejahtraan untuk Non PNS dengan PNS, nantinya pencairan setiap guru berbeda-beda sesuai dengan golonganya yang terendah adalah 1.5 juta denagan golongan 3A
Lebih lengkapnya kabar tentang INPASSING KEMENAG CAIR DI SIAPKAN DANA RP. 1,47 TRILIUN dapat anda simak, ini berita berseumber dari Harianfokus.com ini dia beritanya Penantian sejumlah guru non-PNS di Lampung yang mengalami keterlambatan pembayaran tunjangan kinerja, segera terbayar. Pasalnya, Kementerian Agama (Kemenag) pusat tengah menyiapkan dana Rp.1,47  triliun yang dibagi untuk 34 provinsi.
Hal ini disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kanwil Kemenag, Marwansah ketika diwawancarai harianfokus.com mengatakan, dana yang digulirkan Kemenag untuk membayar tunjangan kinerja guru non-PNS madrasah (inpassing), kekurangan bayaran sertifikasi dan untuk Alokasi Dana Bos.
Data yang dihimpun pihaknya, dari ke 14 kabupaten di Lampung ada 2.746 guru madrasah non-PNS yang sejak tahun 2011, inpassing-nya belum terbayarkan, dan 2.219 guru madrasah yang dana sertifikasinya akan dilunaskan.
Inpassing guru yang akan digulirkan berdasarkan kesesuaian golongan,jadi dijelaskannya bahwa setiap guru akan mendapatkan jumlah yang berbeda sesuai dengan golongan.
“Dana inpassing itu sebagai dana penyetaraan guru non-PNS dengan PNS yang bersertifikasi yang memiliki beberapa kategori dilihat dari penilaian kinerja dan masa mengajar di sekolah. Dari ke-2746 guru itu kan berbeda-beda golongannya, yang paling rendah golongan 3A dengan bayaran 1,5 Juta. Nah, dana yang digelontorkan ini untuk membayar sisa dari guru yang di luar dari golongan 3A,” kata dia pada harianfokus.com di ruang kerjanya, Selasa (20/10).
Terkait anggaran dana yang digelontorkan nantinya, dia mengaku belum mendapat informasi jumlah pasti yang akan dialirkan ke Lampung dan kepada ke-2746 guru tersebut. “Kita baru mendapat instruksi akan dicairkan dana inpassing itu. Tapi
berapa nominalnya, kita belum tahu. Sementara kita baru melaporkan ada 2746 guru itulah yang belum terbayarkan inspassingnya,” ujar Marwansyah.
Disinggung kapan dan bagaimana prosedur pencairan dana itu nantinya, dia mengatakan dana itu akan diproses di KPPN Kementerian Keuangan (Kemenkeu) lalu ditransfer ke Bendahara Kemenag Pusat. Setelah itu, baru dialirkan ke Bendahara Kemenag Kanwil masing-masing provinsi dan dialirkan ke Bendahara Kemenag kabupaten/kota. “Baru setelah itu ditransfer ke masing-masing sekolah untuk diteruskan kepada para guru tersebut. Perkiraan awal Desember pencairannya mengingat kita harus melaporkan tiap program 14 Desember mendatang. Jadi, harapannya sebelum tanggal itu,” urai dia.
Terpisah, Kasi Pendidikan Dasar Kanwil Kemenag, Yulizar turut membenarkan hal tersebut. Dia menyebut anggaran 1,47 T yang dikucurkan pusat untuk membayar dana inpassing bagi sejumlah guru non-PNS yang sejak 2011 belum terbayar tunjangan kinerjanya.
Dirinya mengaku belum mendapat informasi terkait kapan pencairan dana tersebut, namun diprediksi awal Desember mendatang. Sebab, pada 14 Desember semua laporan pertanggungjawaban atas seluruh program Kemenag sudah selesai. (ADI PUTRA)
Sumber : harianfokus.com

Demikianlah berita tentang Inpassing Kemenag Cair di Siapkan Dana Rp. 1,47 Triliun, semoga cepat cair sehingga tidak ada kesenjangan antara PNS dan NON PNS

Papa, Kembalikan Tangan Ita....! Ita janji tidak nakal lagi, papa!



Untuk para orang tua yang anaknya kreatif, jangan lagi dipukul ya.. Tolong baca kisah nyata yang menyentuh hati ini, cerita tentang seorang anak kecil bernama Ita yang memohon pada papanya untuk kembalikan tangannya.

Sebagai orang tua kita patut menghalangi perbuatan pasangan untuk memukul sang buah hati.
Khususnya pada anak-anak yang masih kecil dan tak tahu apa-apa. Mengajar dan memberikan pembelajaran dengan cara memukul bukanlah cara terbaik.

Inilah kisah nyata itu:

Sepasang suami isteri seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak untuk diasuh pembantu rumah ketika mereka bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan berusia tiga setengah tahun. Sendirian di rumah, dia sering dibiarkan pembantunya yang sibuk bekerja.

Dia bermain diluar rumah. Dia bermain ayunan, berayun-ayun di atas ayunan yang dibeli papanya, ataupun memetik bunga matahari, bunga kertas dan lain-lain di halaman rumahnya.

Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dia pun mencoret semen tempat mobil ayahnya diparkirkan tetapi karena lantainya terbuat dari marmer, coretan tidak kelihatan. Dicobanya pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu berwarna putih, coretannya tampak jelas. Apa lagi kanak-kanak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.

Hari itu bapak dan ibunya mengendarai motor ke tempat kerja karena jalan macet. Setelah sang anak mencoret penuh sisi yang sebelah kanan dia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ayam dan gambarnya sendiri dan sebagainya untuk mengikuti imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari si pembantu rumah.

Pulang petang itu, terkejutlah ayah ibunya melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan angsuran. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, 'Kerjaan siapa ini?' Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih-lebih melihat wajah bengis tuannya.

Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ‘Tak tahu… !' 'Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?' hardik si isteri lagi. Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata 'Ita yg membuat itu papa…. cantik kan!' katanya sambil memeluk papanya ingin bermanja seperti biasa. Si ayah yang hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon bunga raya di depannya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya.

Si anak yang tak mengerti apa-apa terlolong-lolong kesakitan sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya. Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa? Si bapak cukup keras memukul-mukul tangan kanan dan kemudian tangan kiri anaknya.

Setelah si bapak masuk ke rumah dituruti si ibu, pembantu rumah menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar. Dilihatnya telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka-luka dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiram air sambil dia ikut menangis. Anak kecil itu juga terjerit-jerit menahan kepedihan saat luka-lukanya itu terkena air. Si pembantu rumah kemudian menidurkan anak kecil itu. Si bapak sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah.

Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu. 'Oleskan obat saja!' jawab tuannya, bapak si anak. Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si bapak konon mau mengajar anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu tetapi setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. 'Ita demam…' jawab pembantunya ringkas.

'Kasih minum obat penurun panas ,' jawab si ibu.

Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Ita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya. Memasuki hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Ita terlalu panas. 'Sore nanti kita bawa ke klinik' kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan ia dirujuk ke rumah sakit karena keadaannya serius. Setelah seminggu di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu.

'Tidak ada pilihan..' katanya yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu diamputasi karena gangren yang terjadi sudah terlalu parah.

'Tangannya sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya kedua tangannya perlu dipotong dari siku ke bawah' kata dokter.

Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yang dapat dikatakan. Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si bapak terketar-ketar menandatangani surat persetujuan pembedahan.

Keluar dari bilik pembedahan, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga heran melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata.

'Papa.. Mama… Ita tidak akan melakukannya lagi. Ita tak mau dipukul papa. Ita tak mau jahat. Ita sayang papa.. sayang mama.' katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya.

'Ita juga sayang Kak Narti..' katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuatkan gadis itu meraung histeris.

'Papa.. kembalikan tangan Ita. Untuk apa diambil.. Ita janji nggak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Ita mau makan nanti? Bagaimana Ita mau bermain nanti? Ita janji tdk akan mencoret-coret mobil lagi,' katanya berulang-ulang.

Serasa copot jantung si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi, tiada manusia dapat menahannya.

Pelajaran yang sangat berharga buat para orang tua, anak nakal itu biasa, kalau anak kecil terluka, berilah perhatian sendiri pada anak dan jangan bergantung pada pembantu. karena mereka sejatinya hanya membantu. Tugas utama mendidik anak adaditangan anda !!!

Jumat, 11 Desember 2015

KISAH NYATA : Seorang Anak Miskin yang Mengguncang Vatikan



DI SUATU malam di musim panas tahun 1918 M di perbatasan barat India, tepatnya di salah satu perkampungan miskin di Kota Surat yang menghadap ke Laut Arab, lahirlah seorang anak dari pasangan suami istri muslim. Ia adalah anak pertama mereka ketika mereka sudah mencapai usia tua.

Anak kecil ini hidup sebagaimana kebanyakan anak kecil di perkampungan miskin tersebut, tidak ada yang membedakan antara dirinya dengan lainnya dalam masalah ketergantungannya kepada kedua orang tuanya, tidak juga kecerdasannya. Ia memiliki wajah bulat dan gembung, kulit kehitam-hitaman, tingginya sedang, penuh semangat. Ia selalu kagum dengan segala sesuatu dan tidak ada yang menghentikan derasnya berbagai pertanyaan di kepalanya kecuali jika ia dilkalahkan oleh rasa kantuknya.
Ketika usianya mencapai 9 tahun, bapaknya mempunyai keinginan melakukan perjalanan ke negeri lain untuk bekerja kepada anak pamannya dengan tujuan mencari pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik. Terasa berat kehidupan di India karena kepadatan jumlah penduduk yang menakutkan dan di sisi lain sumber-sumber kehidupan pada masa kekuasaan Inggris pada saat itu sedikit sekali. Oleh karena itu ia memberitahukan maksudnya itu kepada istrinya.

Karena sangat mencintai anaknya, maka ia ingin jika anaknya ikut bersamanya dan berjanji kepada istrinya bahwa ia akan kembali setelah setahun. Istrinya pun merelakan kepergiannya dengan berat hati.

Akhirnya, sang bapak melakukan perjalanan dan menetap di Kota Dirban untuk beberapa waktu pada tahun 1927 M. Kota tersebut adalah salah satu kota di Negara Afrika Selatan. Ia berada di bawah tanggungan anak pamannya dan si anak di sekolahkan di sana. Berjalanlah segala sesuatunya dengan tenang. Ketika sudah delapan bulan mereka tinggal disana, dan anaknya menunggu waktu untuk mendapatkan kembali pelukan sang ibu, beberapa hari sesudahnya mereka mendengarkan kabar wafatnya sang ibu dan kembalinya ia ke haribaan -rahimahallah- sang Pencipta. Anak dan bapak ini terpukul dengan kabar tesebut. Akhirnya mereka memutuskan untuk menetap di Afrika Selatan selamanya.

Sang bapak tinggal di bagian selatan kota Dirban, di mana disana ada perkampungan bangsa Negro. Ia melakukan banyak pekerjaan dan mampu menciptakan suasana kebapakan untuk puteranya, seiring dengan usia dan kesehatannya yang mulai berkurang.

Setelah tujuh tahun berselang melalui mimpi-mimpi dan cita-citanya untuk hidup lebih baik, dan si anak menuntaskan sekolahnya hingga tingkatan menengah, berpindahlah sang bapak menuju rahmat Allah pada tahun 1934 M yang pada saat itu usia si anak masih 16 tahun. Akhirnya si anak meninggalkan studinya dan mencari pekerjaan untuk hidupnya. Ia menetap di perkampungan bangsa Negro tersebut yang ia tidak mengetahui siapa yang akan melindunginya sedangkan negerinya sendiri dan kerabatnya berada di seberang samudera yang ia tidak mampu menyeberanginya.

Kemudian ia bekerja di banyak pekerjaan dan berpindah dari satu pekerjaan menuju pekerjaan yang lain, tidak lain karena benturan kebutuhan harian dan bulanannya. Akhirnya ia mendapatikn pekerjaan dari pemilik toko beragama Nasrani. Ia adalah salah satu dari lelaki kulit putih yang tinggal di Afrika Selatan. Pemilik toko tersebut melihat pada diri anak itu tanda-tanda kelebihan, amanah, ikhlas, dan kejujuran. Sedikit demi sedikit ia mempercayai anak itu dan berbuat baik kepadanya. Segala sesuatunya berjalan lancar dan ia bekerja dengan tenang.

Suatu ketika ketenangan tersebut terusik dengan berhembusnya “angin kencang”. Pada suatu hari, seorang pendeta Nasrani mengunjungi teman dekatnya, penjual toko tersebut. Di tengah pembicaraannnya, pendeta itu memalingkan perhatiaannya kepada anak itu, yang dari wajahnya kelihatan jika ia bukan penduduk asli Afrika Selatan.

Ia bisa berbicara Bahasa Inggris, Bahasa Zulu [bahasa negara-negara Afrika Tengah dan Selatan] dan Bahasa Urdu [bahasa daerah asalnya]. Anak itu memiliki wajah berseri-seri dan cekatan dalam berkerja. Ia memerintah dan melarang, mengorganisir pekerjaan di toko sampai tuntas dengan ikhlas. Usianya ketika itu 18 tahun atau kurang sedikit.

Pendeta tersebut bertanya kepada temannya: “Siapa nama anak ini?”

Si pemilik toko menjawab: “Namanya xxxxx”

Pendeta tersebut bertanya dengan perasaan kaget: ”Seorang Muslim?”

Si pemilik toko menjawab: “Ya!”

Maka Pendeta itu berkata: “Tidak kah kau tahu bahwa mereka menghinakan Tuhan kita? dan berkata bahwa Ia adalah Hamba [bukan Tuhan-ed]?”

Penjual toko itu menimpali: ”Akan tetapi ia adalah anak yang jujur dan terpercaya!”

Pendeta itu berkata: “Walaupun seperti itu, ia harus masuk Nasrani atau keluarkan ia tanpa ampun!”

Akhirnya, pendeta itu berhasil mengobarkan fitnah di hati temannya dan menyebabkannya langsung menghadirkan anak tersebut.

Penjaga toko itu berkata: “Aku ingin menyelamatkanmu dari kesesatan!”

Anak itu menjawab: “Apa itu?”

Penjaga toko tersebut berkata: “Sesungguhnya pendeta ini adalah agamawan yang mulia, ia ingin menyelamatkan domba Tuhan yang hilang dan menolongmu agar engkau menyelamatkan dirimu sehingga Tuhan akan memberkatimu!”

Anak ini mengetahui konsekuensinya, yaitu murtad, maka Ia berkata: “Tidak, saya Muslim!”

Maka pemilik toko itu berkata: “Pikirkan dulu sebelum memutuskan!”


Namun anak itu tetap menolak karena ia tidak mengetahui kecuali ada satu sesembahan yang berhak disembah yakni Allah, adapun Isa adalah Nabiyullah yang mulia, tidak lebih.

Maka berkatalah pendeta tersebut memotong pembicaraan anak itu dan marah dengan keteguhan anak itu terhadap agamanya dan menolak murtad: “Apakah kamu tidak tahu bahwa Islam adalah agama berhala, kalian thawaf di rumah [Ka’bah] yang didalamnya ada batu dan Rasul kalian beristrikan 9 wanita!”

Kemudian pendeta itu menyebutkan semua syubhat [kerancuan] bohong tentang Islam, ia banyak bicara yang tidak satupun dapat meluluhkan hatinya. Anak itu hanya diam untuk menghormati pemilik toko dan ia berkeyakinan bahwa pemilik toko hanya membantu temannya sang pendeta. Akan tetapi beberapi hari sesudah itu, pemilik toko kembali kepada kebiasaannya terdahulu yang mencela dan memerangi Islam dan keyakinannya. Ia tidak bisa membantah syubhat-syubhat itu karena ia tidak tahu hal tersebut secara sempurna. Maka ia mengambil keputusan yang berada di luar garis kehidupannya, ia memutuskan untuk mempelajari agama Nasrani.

Mulailah anak yang mendekati baligh ini mempelajari kitab-kitab mereka secara ilmiah. Maka ia memperhatikan Injil, mempelajarinya hingga menghafalnya di luar kepala, kemudian ia membandingkannya dengan Al-Quran, ia mendapati perbedaan yang banyak. Namun ia belum merasa cukup dan belum hilang hausnya. Maka ia melakukan perjalanan untuk membela Islam.

Pertama yang ia ajak untuk berdebat adalah pemilik toko, tempat dimana ia bekerja. Ia mendebatnya dan membuatnya tidak berkutik. Kemudian ia lanjutkan dengan menantang beberapa pendeta dan ia dapat menjatuhkan mereka melalui tangan mereka sendiri dan mereka tidak dapat mempertahankan kebenaran keyakinan mereka di hadapan ribuan orang yang membanjiri ruang pertemuan.

Ia ingin membungkam mulut orang Nasrani selamanya agar tidak lancang menghina Islam. Maka ia meningggalkan pekerjaaannya pada pemilik toko nasrani tersebut. Ia mulai menemui orang-orang Nasrani yang datang ke Afrika Selatan dan mengajaknya berdiskusi. Ketika dialog dan debat yang ia lakukan telah banyak dan usianya mencapai tiga puluhan tahun, maka ia memulai dialognya dengan kalangan pendeta Nasrani.

Semenjak hari itu, suaranya ibarat petir yang menggelegar hingga negara-negara barat yang Nasrani, gema yang menggoncangkan aula-aula Vatikan. Pembicaraanya menggema di barat dengan diskusi dan dialognya yang terkenal dan melambungkan reputasinya. Dan ia terus menantang dan gaungnya tetap menggema hingga hari ini.

Pembicaraan sekitar pertentangan dalam Injil mendorong gereja, pusat-pusat studi Nasrani dan banyak perguruan tinggi di barat membentuk departemen tersendiri dalam menaggapi dan mendebat dirinya dan buku-bukunya melalui penelitian dan studi mendalam.

Pemilik toko yang biasa dan temannya dari kalangan pendeta diatas telah menggugah akal dan hati anak muslim ini. Mereka telah membangunkan anak yang lemah lembut itu hingga menggemparkan dunia dan mengguncang Vatikan, menggetarkan gereja-gereja mereka dan membongkar banyak kekeliruan dalam agama mereka.

Anak tersebut bernama Ahmad Deedat.

Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga bermanfaat!!