Selamat Datang Di Tarojjumah.Com - Selamat Datang Di Tarojjumah.Com - Selamat Datang Di Tarojjumah.Com

Jumat, 02 September 2011

AHLUSUNNY DAN NILAI-NILAINYA

1. Pengertian Ahlusunny

Ahlussuny adalah istilah lain dari ahlussunah wal jamaah Ahlussuny adalah istilah lain dari ahlussunah wal jamaah yang terdiri dari kalimat ahlun dan as-sunnah.

Ahlun artinya keluarga atau pengikut, golongan, As-sunny / As-sunah artinya jalan, jejak. Aljamaah artinya kelompok, golongan, Ahlussunni / Ahlussunah Wal jama’ah artinya pengikut sunnah Nabi dan Ijma’ para shahabat Nabi pada masa khilafahnya imam-imam empat, Kholifah-kholifah yang lurus lagi terpimpin. Sebagaimana tersebut dalam kitab al-Majaalisussaniyyah halaman 28 :

وقال سيدي عبد القادرالجيلاني قدس الله سره فى كتاب الغنية ويجب على المؤمن اتباع السنة والجماعة فالسنة ماسنه رسول الله صلى الله عليه وسلم والجماعه مااتفق عليه اصحابه رضي الله عنهم اجمعين فى خلافة الاءمة

الاربعة الخلفاء الراشدين المهديين رضي الله عنهم اجمعين

Artinya :

Telah berkata tuanku Abdul Qodir Al-Jilany (semoga Allah mensucikan makamnya) dalam kitab ghunyahnya : maka wajiblah atas orang mu’min mengikuti assunah dan jamaah, maka arti assunah ialah sesuatu yang dicontohkan Rosulullah SAW. Dan arti Al-Jamaah yaitu sesuatu yang telah sepakat atasnya para shahabat ra. Ajma’in pada masa kekholifahan imam-imam empat, kholifah-kholifah yang lurus lagi terpimpin ra. Ajma’in.

Kaum Ahlussunny ialah kaum yang menganut I’tiqod sebagaimana I’tiqod Nabi dan shahabat-shahabatnya.

Maka Ahlussuny / Ahlussunah Wal Jama’ah adalah golongan umat Islam yang mengikuti dan mengamalkan ajaran agamanya sesuai dengan Rosulullah saw dan para shahabatnya.

Rosulullah saw berpesan dalam sabdanya:

2. Golongan-golongan Ahlusunny

Ajaran ahlussunah wal-jamaah adalah satu-satunya ajaran yang hak ( ahlul hak ). Sebab ajaran tersebut merupakan ajaran yang di ajarkan dan di ajarkan oleh Rasulullah saw, seperti terdapat dalam sunahnya.

Karena para sahabat Nabi, tabi’in, yakni murid-murid dari murid-muridnya sahabat Nabi, semua pengikut setia ajaran Ahlusunah waljama’ah.

Di antara mereka ada yang ahli hadis (muhaditsun), seperti Abu Hurairah, Imam Bukhari, Imam Muslim dan lainya. ada juga ahli fiqih (fuqaha), seperti Zaid bin Tsabit, imam mazhab yang empat dan lainya. ada ahli ilmu kalam (mutakalimun), sepeti Al-Asy’ari dan AL-Maturidy, juga ada yang ahli tasawuf, seperti Imam AL-Junaidi, Imam Ghazali, Syeh Abdul Qodir Jaelany dan lainya. Semua itu para pengikut setia ajaran Ahlussuny. Mereka tidak saja mengamalkanya, tetapi juga berusaha mempertahankan dari serangan ajaran-ajaran golongan yang menyesatkan.

Selain yang tersebut di atas.ada beberapa golongan yang sesat dan tidak termasuk Ahlusunny:

1. Aliran Mu’tazilah, yaitu aliran yang mengagungkan kekuatan akal, tokohnya adalah Washil bin Atha’. Di antara ajaranya adalah:

a) Allah Swt. tidak mempunyai sifat.

b) Ukuran baik buruk di tentukan oleh akal, bukan oleh dalil atau wahyu.

c) Syafa’at Nabi itu tidak ada

2. Aliran Qodariyah, yaitu aliran yang berpaham bahwa manusialah yang menciptakan perbuatanya bukan Allah. Tokohnya adalah Ibrahim bin Sajar. Ajaran-ajaranya di antaranya:

a) Takdir itu tidak ada

b) Ijma’ para Ulama’ tidak bisa dijadikan pegangan

3. Aliran Jabariyah, yaitu aliran yang didirikan oleh Jaham ibnu Shofwan. Di antara ajarannya adalah:

a) Usaha / ikhtiyar tidak ada gunanya

b) Iman cukup dalam hati saja, tidak perlu diucapkan, jadi tidak perlu baca syahadat

3. Nilai-nilai Ahlusunny

Sebagaimana telah disebutkan diatas, bahwa ajaran ahlusunny / ahlusunnah wal jama’ah adalah ajaran Islam yang sebenarnya yang diamalkan oleh Rosulullah SAW. Shahabat-shahabatnnya, dan para pengikut berikutnya.

Ada 4 nilai yang menjadi watak dan sikap ahlusunny sehingga mampu bertahan sampai sekarang.

a. Tawassut dan I’tidal

Artinya; sikap tengah-tengah dan adil dalam kehidupan, oleh karena itu ahlusunny tidak menyukai kekerasan, permusuhan dalam menegakkan keadilan

b. Tawaazun

Artinya ; sikap seimbang dalam pengabdian baik pengabdian kepada Allah SWT. Sebagai mahluq individual maupun pengabdian kepada manusia dan lingkungan sebagai mahluq social.

c. Tasammuh

Artinya ; bersikap toleran terhadap perbedaan pandangan , baik dalam masalah keagamaan yang bersifat furu’ (perbedaan fiqih) maupun dalam masalah keduniaan dan kemasyarakatan

d. Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Artinya ; selalu memiliki kepekaan untuk mendorong perbuatan yang ma’ruf (baik dan bermanfaat bagi kehidupan bersama dalam kacamata agama serta mencegah menolak hal-hal yang munkar).

Dengan adanya 4 nilai tersebut, diharapkan kehidupan umat Islam (khususnya warga Rifa’iyah) akan dapat terpelihara dengan baik dan terjalin secara harmonis baik dalam lingkungan Organisasi maupun dalam masyarakat.

Demikian pula perilaku warga Rifa’iyah akan senantiasa terbentuk atas dasar faham ahlusunny / ahlusunnah wal jamaah, sebagai pijakan / landasan hidup untuk mencapai cita-cita luhur dunia dan akhirat.

Tidak ada komentar:

Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga bermanfaat!!