Selamat Datang Di Tarojjumah.Com - Selamat Datang Di Tarojjumah.Com - Selamat Datang Di Tarojjumah.Com

Selasa, 02 Juli 2013

Kemenag Kucurkan Rp68 Miliar Bagi Percepatan Pembangunan Madura

Kementerian Agama (Kemenag) memberi bantuan Rp68, 3 miliar lebih untuk program percepatan pembangunan di empat kebupaten Pulau Madura, khususnya yang terkait dengan peningkatan kualitas pendidikan dan pembangunan insprastruktur di wilayah tersebut.
Bantuan secara simbolik diberikan Menteri Agama Suryadharma Ali di Pondok Pesantren Darul Ulum, Sampang , Madura, Selasa (02/07), dengan dihadiri para ulama, santri, dan sejumlah tokoh agama lainnya. Tampak hadir Direktur Pondok Pesantren dan pendidikan diniyah Ace Saifuddin, Kepala Kanwil Kemenag Jatim H. Sudjak. Juga pimpinan pondok pesantren Darul Ulum 2 Al Wahidiyah Desa Gersempal, Kecamatan Oben, Sampang KH Safiuddin Abd Wahid.
Keempat kabupaten tersebut adalah Sampang yang menerima dana Rp19,6 miliar, Bangkalan Rp13,4 miliar, Pamekasan Rp17,7 miliar, dan Sumenep Rp17,5 miliar. Adapun bantuan tersebut diperuntukan untuk rehbilitasi madrsah diniyah, bantuan operasional madrasah diniyah, halaqah pimpinan madrasah diniyah yang besarannya di setiap kabupaten berbeda-beda.
Menteri Agama menjelaskan, kebijakan pengembangan madrasah diniyah dilatarbelakangi bahwa lembaga pendidikan itu punya peran strategis dalam mendukung keberhasilan pendidikan agama dan pendidikan keagamaan. Madrasah diniyah dikelola masyarakat dengan sumber dana sumbangan masyarakat.
Selain itu, madrasah tak mendapat biaya operasional sekolah atau BOS seperti yang diterima SD. Kondisi madrasah diniyah secara umum memprihatinkan, baik dari aspek fisik maupun dukungan operasional. Dan, kata Menag, masyarakat Madura masih mengandalkan madrasah diniyah sebagai satu-satunya pendidikan untuk membekali anak-anaknya dengan pengetahuan agama.
Kemenag, lanjut Menag, punya tanggung jawab sebagai penyelenggara pendidikan. Karena itu, program percepatan pembangunan Madura melalui dukungan dana tersebut diharapkan ke depan dapat meningkatkan kualitas pendidikan.
Menag mengajak ulama Madura untuk bersama-sama memajukan pendidikan. Sebab, Islam mengajarkan agar umatnya tidak terpuruk dalam kemiskinan. Ajaran Islam memandu umatnya untuk berubah menggapai kemajuan dan memberi kontribusi bagi kemajuan bangsa. Tapi di sisi lain harus diakui ajaran Islam belum diimplementasikan dengan baik di lapangan.
Kemunduran yang dirasakan umat Islam bukan disebabkan oleh ajarannya, tetapi dari sisi pengamalan dan implementasinya belum baik. Islam mengajarkan kemajuan bagi umatnya dan itu dibuktikan oleh kemampuan para ulama dalam mengkaji ilmu kedokteran dan lainnya.
Bukankah umat Islam diminta untuk memikirkan kejadian langit dan alam sekitarnya. Sehingga dengan cara itu bisa diketahui akan kebesaran Allah. Dan para ulama pun mampu merespon kemajuan zaman, seperti kemajuan teknologi kedokteran di bidang persalinan semisal bayi tabung.
Karena itu, ke depan, umat Islam harus mampu memberi kontribusi bagi bangsa. Jangan menjadi insan yang konsumtif, bersikap menerima apa adanya, serta mudah dicekoki barang konsumtif. Jika demikian, tentu situasi semacam itu akan membuat umat menjadi lemah.
Menag yakin ulama Madura bisa memberi dorongan bagi kemajuan pendidikan. Kualitas pendidikan bagus akan melahirkan generasi tangguh. Sebab, ulama tak pernah ketinggalan zaman dalam merespon perubahan zaman. (ESS)
Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga bermanfaat!!